February
14
2022
     16:34

Dorong Penerapan KB, Durex Bentuk Kolaborasi dengan BKKBN, IBI, Klikdokter dan KlikKB

Dorong Penerapan KB, Durex Bentuk Kolaborasi dengan BKKBN, IBI, Klikdokter dan KlikKB
ILUSTRASI. Reckitt Indonesia, melalui merek Durex, menyelenggarakan konferensi pers dan talk show bertajuk “Pentingnya Peran Kontrasepsi Modern untuk Menyukseskan Program KB dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi” pada hari Senin, 14 Februari, 2022.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Reckitt Indonesia, melalui merek kontrasepsi global terpercaya, Durex, menyelenggarakan konferensi pers dan talk show bertajuk “Pentingnya Peran Kontrasepsi Modern untuk Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi” pada hari Senin, 14 Februari, 2022 secara virtual melalui ZOOM.

Konferensi pers ini diselenggarakan sebagai awal jalinan kolaborasi yang kuat antara Durex dengan pemangku kepentingan, seperti: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Klikdokter melalui aplikasi pelayanan program Keluarga Berencana, KlikKB. Kegiatan ini juga ini menyemarakkan Hari Kondom Internasional yang jatuh setiap tanggal 13 Februari.

Dalam lima tahun terakhir, proporsi perempuan menikah yang tidak berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB) hamper selalu meningkat. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, angka perempuan menikah yang tidak berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana meningkat menjadi 31,2% atau sejumlah 15,37 juta perempuan.[1]

Hal ini juga dipengaruhi oleh munculnya pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan menurunnya kapasitas layanan kesehatan reproduksi di berbagai fasilitas kesehatan sehingga membatasi akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi selama pandemi.[2]

Hal tersebut tentunya memunculkan fenomena Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, penurunan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan masyarakat telah berdampak pada terjadinya 500.000 angka kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada 2021. Tingginya angka KTD dapat mengakibatkan berbagai risiko pada perempuan hamil yang meliputi depresi, gangguan kecemasan, tingkat stes, stunting pada bayi, dan bahkan berkontribusi pada angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKI).

Oleh karena itu, Durex, berkomitmen menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan akses kontrasepsi modern, selama dan setelah pandemi. Durex berkolaborasi dengan BKKBN, IBI, dan Klikdokter untuk melaksanakan serangkaian kegiatan guna menyukseskan program Keluarga Berencana dan meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat, di antaranya melalui  sosialisasi kepada lebih dari 1.000 bidan dan 200 Pasangan Usia Subur tentang alat kontrasepsi modern, dan pemberian donasi 5.000 produk kontrasepsi modern kepada klinik Praktik Mandiri Bidan (PMB) untuk disalurkan kepada PUSdi sejumlah provinsi, seperti: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Berkaitan dengan penerapan program Keluarga Berencana, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) mengungkapkan bahwa selain mampu menekan angka kehamilan tidak diinginkan (KTD), angka Kematian Ibu (AKI) dan juga angka kematian bayi (AKB), perencanaan keluarga melalui penggunaan kontrasepsi modern juga sangat penting dalam mencegah stunting bagi penerus bangsa.

“Setiap kehamilan harus direncanakan dengan baik dan matang. Kehamilan yang tidak dipersiapkan dengan baik beresiko tinggi terhadap berkontribusinya angka stunting, karena kurangnya asupan gizi dan nutrisi pada ibu hamil dan terlalu dekatnya jarak antar kehamilan.

Saat ini, prevalensi stunting pada bayi lahir sudah mencapai angka 23%. Oleh karena itu, pasangan usia subur diharapkan mendapatkan informasi dan sosialisasi yang cukup akan manfaat dan pentingnya penggunaan KB. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan program edukasi masyarakat yang inovatif melalui penggunaan aplikasi KlikKB.” Ia menambahkan penggunaan kontrasepsi modern harus didorong oleh kedua pihak, pria dan wanita.

Menyampaikan sambutannya, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes mengungkapkan, “Pandemi telah berpengaruh signifikan pada menurunnya penggunaan alat kontrasepsi di masyarakat, hal ini dapat dilihat meningkatnya angka kehamilan dan kelahiran. Selain itu, hal ini juga memunculkan tantangan baru bagi rekan-rekan bidan di seluruh Indonesia dalam hal menyediakan informasi dan penyuluhan yang mumpuni tentang pentingnya keluarga berencana bagi para pasangan usia subur.

Oleh karena itu, kami dengan para pemangku kepentingan lainnya akan terus mendorong penerapan program Keluarga Berencana" ungkapnya. Lebih lanjut, Dr. Emi menambahkan, “Dalam hal ini, kondom dapat menjadi opsi alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pasangan usia subur,”

Berbicara tentang perencanaan keluarga dari segi psikologis, Inez Kristanti, M.Psi, dalam sesi talk show menjelaskan, “Setiap pasangan perlu mempersiapkan dengan matang kerkait perencanaan keluarga. Misalnya, apakah ingin memiliki anak, berapa jumlah anak yang diinginkan, kapan, bagaimana persiapan psikologis dan finansial sebagai orang tua, serta bagaimana menyikapi jika tidak terjadi sesuai yang diharapkan. Di sini kemampuan komunikasi dan kerjasama di dalam hubungan sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Donny Wahyudi, Head of External Communications and Community Affairs Reckitt Indonesia mengungkapkan, "Selama kondisi pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun lebih, tentunya terdapat sejumlah tantangan dan implikasi negatif pada sektor kesehatan, salah satunya adalah fenomena kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).

Sebagai perusahaan yang terus berusaha menghadirkan askes kebersihan, kesehatan dan nutrisi berkualitas bagi masyarakat, Reckitt, melalui merek kotrasepsi global terdepan, Durex, ingin hadir untuk mendukung akses kesehatan berkualitas di masyarakat. Kami berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan terkait, seperti BKKBN, IBI, Klikdokter dan KlikKB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada perencanaan keluarga, khususnya terkait partisipasi pasangan usia subur dalam program Keluarga Berencana dan menyediakan produk kami pada sejumlah provinsi lintas Indonesia.

Melalui acara ini, kami ingin mendorong masyarakat Indonesia, khususnya pasangan usia subur, untuk secara proaktif menekan angka kehamilan, angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dan masalah-masalah kesehatan reproduksi lainnya yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Reckitt Indonesia dan Durex mengajak para pasangan usia subur untuk berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi modern kondom, dan turut serta meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat di Indonesia.

Tentang Reckitt

Reckitt hadir untuk melindungi, menyembuhkan, dan melestarikan dalam upaya bersama-sama menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat. Kami percaya bahwa akses untuk kebersihan, kesehatan, dan nutrisi berkualitas tinggi sebagai hak untuk semua individu, tanpa terkecuali.

Reckitt adalah perusahaan dibalik sejumlah merek konsumen dunia yang dikenal dan dipercaya pada kebersihan, kesehatan, dan nutrisi, termasuk Air Wick, Calgon, Cililit Bang, Clearasil, Dettol, Durex, Enfamil, Finish, Gaviscon, Harpic, Lysol, Mortein, Mucinex, Nurofen, Nutramigen, Strepsils, Vanish, Veet, Woolite, dan lainnya.

Tentang Durex

Durex adalah merek kesehatan seksual #1 di seluruh dunia. Merek ini tidak hanya memproduksi kondom yang melebihi standar pengujian global, tetapi juga menawarkan gel pelumas dan pemijat pribadi. Dengan hampir 100 tahun pengalaman dalam produk kesehatan seksual, Durex didedikasikan untuk para pecinta inspirasi untuk menikmati hubungan intim dengan aman.

Itulah sebabnya Durex tidak akan pernah berhenti berinovasi dengan produk-produk baru yang meningkatkan pengalaman seksual, membantu pasangan menjadi lebih dekat dan melangkah lebih jauh bersama.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.Durex.com.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved