February
14
2022
     14:33

Chatib Basri: Sukses Itu Bisa Memberi Impact dan Kontribusi

Chatib Basri: Sukses Itu Bisa Memberi Impact dan Kontribusi
ILUSTRASI. Chatib Basri hadir sebagai pembicara dalam Ruangguru Youth Summit yang berlangsung pada 29-30 Januari 2022.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Muhamad Chatib Basri, seorang ekonom senior dan juga mantan Menteri Keuangan RI (2013-2014), saat ini sedang aktif sebagai anggota panitia seleksi Dewan Komisioner OJK 2022-2027, pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Komisaris Utama untuk Bank Mandiri dan XL Axiata, memiliki posisi dalam Advisory Council Bank Dunia untuk bidang Gender and Development, serta beragam kegiatan lainnya. Di tengah kesibukannya tersebut, Chatib Basri masih meluangkan waktunya untuk hadir sebagai pembicara dalam Ruangguru Youth Summit yang berlangsung pada 29-30 Januari 2022.

Dalam konferensi virtual tersebut, Chatib Basri menuturkan tentang langkah-langkah dan perjalanan yang ia tempuh dalam meraih berbagai pencapaiannya. Wawasan yang dibagikan diharapkan dapat menjadi dukungan bagi pelajar Indonesia yang sedang mempersiapkan pilihan jurusan dan karier untuk masa depan.

Awalnya tidak tertarik dengan ekonomi

Walaupun kini telah menjadi seorang ekonom yang ahli di bidangnya, ternyata semasa sekolah Chatib tidak memiliki ketertarikan pada bidang ekonomi. Ia justru lebih tertarik dengan bidang sastra, literatur, dan teater. Namun karena faktor keluarga yang ketika itu lebih mendukung Chatib menjalani pekerjaan formal, ia pun mengurungkan niat untuk mengejar passion sebagai pekerja kreatif.

Tak berhenti di situ, Chatib pun menilai dirinya ‘salah jurusan’ pada saat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Pada awalnya ia hendak memilih jurusan Politik, tapi, nyatanya ia justru diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Perjuangan menekuni bidang baru yang sulit

Berawal dari kejadian ‘salah jurusan’ tersebut, Chatib kemudian harus berjuang mempelajari bidang baru yang bukan menjadi minatnya pada saat itu. Untuk membangun ketertarikan pada bidang ekonomi, Chatib mengaitkan materi-materi yang sulit tersebut dengan hal-hal yang relatable dan ia minati. “Saya selalu lihat dari hal-hal yang saya tertarik,” ujar Chatib.

Metode ini masih ia terapkan hingga sekarang sebagai seorang pengajar. Chatib Basri terkenal dapat menjelaskan konsep-konsep yang rumit dengan bahasa yang sederhana. Chatib menambahkan, “Saya selalu berpikir bagaimana cara saya jadi ekonom yang ‘buruk’, yang kalau saya bicara, orang itu ngerti”. Ia juga memanfaatkan latar belakang sastranya untuk menjelaskan konsep ekonomi melalui metafor yang mempermudah orang lain dalam memahami konsep tersebut.

Melewati proses untuk memaknai kesuksesan

“Saya berpikir bahwa definisi sukses adalah kalau saya bisa buat sesuatu yang baik untuk Indonesia, bisa punya impact buat Indonesia,” tutur Chatib ketika menjawab pertanyaan mengenai makna sukses baginya. Keinginan yang kuat untuk mewujudkan definisi sukses tersebut, mendorong Chatib untuk memulai kariernya di bidang ekonomi, dari awalnya mengajar sebagai dosen hingga menjadi Menteri Keuangan dan aktif di bidang pemerintahan hingga sekarang.

Sering mendapat inspirasi dari buku dan film

Buku dan film berperan besar dalam perjalanan karier Chatib sebagai pegiat ekonomi dan pemerintahan. Ia menjelaskan, “Ada satu film yang paling berpengaruh dalam hidup saya, yaitu Dead Poet’s Society”. Film tersebut rupanya menginspirasi Chatib untuk mengajar. Ia pun percaya bahwa gemar membaca buku dan menonton film akan memperluas kemampuan untuk menggunakan metafor.

Pesan untuk para pelajar dan generasi muda

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Chatib berpesan bahwa hal yang paling penting dalam menentukan rencana masa depan adalah mengetahui minat kita. Tiap orang tentunya punya bakat dan minatnya masing-masing, dan memilih bidang yang tidak sesuai dapat berdampak pada perkembangan diri. Sosok Chatib Basri pun semasa sekolah bukan murid yang berprestasi secara akademik, tapi ia mampu sukses dengan caranya sendiri.  

“Begitu kita masuk ke bidang yang kita suka, kita paham, kita bisa excel di sana,” jelasnya. Kemudian ia menambahkan bahwa bukan berarti kita harus berfokus pada satu pilihan saja, melainkan keputusan apa pun yang kita buat dapat dikaitkan kembali dengan minat tersebut.

Chatib Basri juga menyebutkan beberapa kebiasaan yang perlu dibangun sejak dini, yakni membaca buku, terbuka untuk mendengarkan dan belajar dari orang lain, serta menerapkan kedisiplinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved