July
12
2019
     15:57

Tiga BUMN Sinergi Kembangkan Industri Tekstil di Tanah Air

Tiga BUMN Sinergi Kembangkan Industri Tekstil di Tanah Air

Jakarta, 12 Juli 2019 - PT Industri Sandang Nusantara (Persero) (ISN) melakukan penandatanganan kerja sama Pendanaan Non Cash Loan (SKBDN dan L/C) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) (Jasindo). Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas Pendanaan Non Cash Loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp 100 miliar dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Direktur Utama ISN Agus Hendardi, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar dan Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L. Tobing. Penandatanganan ini disaksikan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dan Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Keuangan Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

“Hari ini jadi sejarah baru bagi ISN. Kondisi ISN saat ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang muncul optimisme baru dari para direksi ISN untuk terus berbenah,” ujar Gatot.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja.

“Pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional. Kedepan kita masih punya competitive adventage dengan Eropa dan masih bersaing dengan Vietnam,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan industri tekstil ini merupakan salah satu portofolio besar dari perbankan. Terbukti, pada Kuartal I-2019, produksi tekstil tumbuh 19 persen lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.

“Momen positif ini membuat Mandiri siap mendukung pengembangan bisnis dari ISN,” jelas Alexandra.

Sementara itu, Dirut ISN Agus Hendardi mengatakan kerja sama ini merupakan anugerah untuk perseroan. Selain menambah sisi permodalan, kerja sama ini juga membuka ISN untuk ekspansi bisnis di industri tekstil. Menurutnya, industri tekstil saat ini memiliki pasar yang luas.

“Kapitalisasi yang didapat ISN sekarang ini, resikonya lebih rendah. Sehingga perputaran keuangannya lebih bagus. Efeknya, keberlanjutan dalam bisnis sandang ini lebih bagus,” kata Agus.

Di tahun 2018, ISN telah memperoleh pendanaan dari sinergi BUMN, yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perum Jaminan Kredit Indonesia dan PT Danareksa (Persero).


Contact Information 1:
Humas Kementerian BUMN

humaskementerianbumn@gmail.com
(021) 29935678

Release Terkini