August
17
2020
     14:08

PTPN Grup Dukung Startup Crowdfunding Investani Inovasi Karya Anak Bangsa untuk Bantu Modal Petani Tebu

PTPN Grup Dukung Startup Crowdfunding Investani Inovasi Karya Anak Bangsa untuk Bantu Modal Petani Tebu

Jakarta, 17 Agustus 2020 – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan PTPN X mendukung perusahaan rintisan (start up) yang mengembangkan platform digital crowdfunding “Investani” untuk membantu modal petani tebu. 

Inovasi karya anak bangsa ini telah sukses memperoleh “Second Runner Up Business Strategy Category” pada ajang Millenial Innovation Summit 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.  Tim Inovasi Investasi merupakan kolaborasi antara PTPN X dan BUMN lain sebagai partner strategis dalam mengatasi pendanaan petani dan menawarkan investasi bagi investor yang tertarik di sektor perkebunan.

Direktur Utama Holding PTPN Muhammad Abdul Ghani menjelaskan sejalan dengan perkembangan dunia finansial yang berbasis pada teknologi digital,  Perseroan turut mendukung perkembangan skema pendanaan melalui platform digital “Crowdfunding”  karya anak bangsa sebagai alternatif bisnis di sektor perkebunan .

“Platform Crowdfunding ini bertujuan membantu modal petani tebu di lingkungan Perkebunan Nusantara.  Dimana modal petani berasal dari kumpulan dana para investor yang tertarik menginvestasikan dananya di sektor perkebunan dengan skema bagi hasil,” kata Ghani dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan investor tersebut bisa berasal dari karyawan, masyarakat sekitar kebun, lembaga keuangan, koperasi, perbankan, asuransi maupun dana pensiun. Melalui platform ini, jelasnya, para calon investor menjadi lebih mudah dalam melakukan transaksi bisnis via online sehingga dapat lebih efisien, serta dapat dengan mudah membantu modal para petani tebu.

Menurutnya, aplikasi ini menawarkan solusi menarik bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor perkebunan karena pendapatannya (revenue) crowdfunding diperoleh dari profit sharing dengan petani setelah tebu selesai digiling.  Apalagi, ditambah dengan fitur yang mudah dan nyaman bagi investor dalam bertransaski secara online sehingga dapat memantau perkembangan budidaya perkebunan dan perdagangannya.

Selain itu, platform ini tidak hanya membantu mencarikan modal tetapi juga melakukan pembinaan dengan baik kepada petani dalam budidaya tebu dan kepastian hasil panen tebu untuk diproses giling di Pabrik Gula (PG) milik Perkebunan Nusantara .

“Dengan begitu maka petani dapat menggarap lahan tebunya tanpa harus mengorbankan modalnya namun penghasilannya terjamin.  Para petani juga mendapatkan bagi hasil yang lebih baik dibandingkan harus menjual tebu ke tengkulak atau ijon,” jelasnya

Di sisi lain, jelas Ghani, Perseroan juga diuntungkan karena mendapatkan kepastian bahan baku tebu dari petani karena 100% lahan yang dibiayai oleh platform ini masuk proses giling di PG milik Perkebunan Nusantara.  “Hal ini juga mensupport bisnis perusahaan dalam hal penyediaan bahan baku tebu disamping banyaknya kompetitor baru dikalangan swasta yang menerapkan perang harga” ujar Ghani.

Aplikasi platform Crowdfunding ini akan siap diluncurkan pada akhir tahun ini, setelah melalui proses perizinan dan verifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Ghani juga berharap dukungan datang dari BUMN lainnya dengan melakukan sinergi sebagai partner strategis untuk terus mendukung start up digital karya anak bangsa dalam memajukan kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.


Mengenai Holding Perkebunan Nusantara :

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet. Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014.

Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas 13 perusahaan perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) serta perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN).

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing.

Berdasarkan data per 30 Juni 2019, areal tanaman PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 552.888 ha, tanaman karet seluas 154.737 ha, teh 30.279 ha serta areal tebu sendiri seluas 53.946 ha. Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on farm), pengolahan tanaman perkebunan (off farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved