March
26
2021
     10:12

Proyeksi yang Lebih Baik dan Kemajuan Vaksinasi Dorong Pasar Obligasi Asia Timur yang Berkembang

Proyeksi yang Lebih Baik dan Kemajuan Vaksinasi Dorong Pasar Obligasi Asia Timur yang Berkembang

MANILA, FILIPINA (26 Maret 2021) — Meningkatnya proyeksi perekonomian global dan kemajuan dalam vaksinasi terhadap penyakit virus korona (COVID-19) telah mendorong imbal hasil (yield) obligasi di kawasan Asia Timur yang berkembang.

Pasar obligasi dalam mata uang lokal di kawasan ini tumbuh hingga mencapai $20,1 triliun sampai dengan akhir 2020, demikian menurut edisi terbaru Asia Bond Monitor dari Asian Development Bank (ADB). Sentimen investor dan kondisi keuangan juga makin membaik.

“Pasar obligasi terus tumbuh di kawasan Asia Timur yang berkembang, sehingga kawasan ini mampu memobilisasi pendanaan bagi pemulihan yang berkelanjutan dari pandemi,” kata Yasuyuki Sawada, Ekonom Kepala ADB. “Gerakan vaksinasi yang berhasil, kebijakan moneter yang akomodatif, serta pelonggaran pembatasan telah mendorong kegiatan ekonomi dan mempercepat laju pemulihan.”

Kawasan Asia Timur yang sedang berkembang mencakup Republik Rakyat Tiongkok (RRT); Hong Kong, RRT; Republik Korea; Filipina; Indonesia; Malaysia; Singapura; Thailand; dan Viet Nam.

Laporan ini mencatat bahwa peluncuran vaksin sudah dimulai di sebagian besar negara di kawasan ini, sehingga meningkatkan keyakinan pasar. Pada saat bersamaan, ketidakpastian situasi pandemi, terutama terkait varian baru dan kemungkinan kembali melonjaknya jumlah kasus, masih terus membebani proyeksi perkembangan ke depannya. Akses vaksin yang belum merata dan potensi penyesuaian harga aset akibat naiknya taraf suku bunga jangka panjang juga menjadi risiko.

Imbal hasil obligasi pemerintah di sebagian besar perekonomian maju dan pasar Asia Timur yang berkembang mengalami kenaikan antara 31 Desember 2020 dan 15 Februari 2021. Sementara itu, sentimen yang lebih baik telah mendongkrak sebagian besar pasar saham dan mata uang regional. Aliran modal ke bursa saham dan obligasi di kawasan ini juga pulih pada triwulan terakhir 2020.

Pasar obligasi dalam mata uang lokal di kawasan Asia Timur yang berkembang mencapai $20,1 triliun pada akhir Desember 2020, atau lebih tinggi 3,1% dari triwulan sebelumnya dan lebih tinggi 18,1% dari tahun sebelumnya. Besarnya nilai pasar obligasi tumbuh hingga mencapai setara 97,7% dari produk domestik bruto kawasan ini pada akhir triwulan keempat 2020. Penerbitan obligasi dalam mata uang lokal mencapai nilai $2 triliun.

Obligasi pemerintah mendominasi porsi obligasi di kawasan ini dengan nilai $12,4 triliun sampai dengan akhir Desember, sedangkan obligasi perusahaan mencapai nilai $7,7 triliun. RRT masih menjadi pasar obligasi terbesar di kawasan ini, dengan memegang porsi 77,4% dari seluruh obligasi di Asia Timur yang berkembang.

Di Indonesia, pasar obligasi dalam mata uang lokal tumbuh 10,0% dari triwulan sebelumnya. Ini merupakan tingkat pertumbuhan tercepat selama periode tersebut di kawasan Asia Timur yang berkembang, hingga mencapai $321,5 miliar sampai dengan akhir Desember 2020. Pertumbuhan ini terutama karena naiknya kebutuhan pembiayaan pemerintah demi mendukung langkah stimulus dan upaya pemulihan di tengah wabah COVID-19.

Keseluruhan jumlah obligasi pemerintah Indonesia tumbuh 11,6% dari triwulan sebelumnya hingga mencapai $291,2 miliar sampai dengan akhir Desember. Secara tahunan, obligasi pemerintah tumbuh 33,6%. Obligasi perusahaan turun 3,4% secara triwulanan sampai dengan akhir Desember 2020 akibat turunnya penerbitan dan naiknya jumlah obligasi yang jatuh tempo.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved