November
19
2019
     20:53

Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Asuransi Berbasis Digital, Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Asuransi Berbasis Digital, Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital
Publisher

Jakarta, 15 November 2019 – Era disrupsi digital mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar terkini yang dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan teknologi. Dampaknya secara nyata terlihat pada dinamika perilaku konsumen, khususnya yang berasal dari segmen millenials kelas menengah yang menginginkan pelayanan serba cepat dan dapat dilakukan secara online, kapanpun dan dimanapun mereka berada. Agar selaras dengan perilaku konsumen masa kini tersebut serta memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah, Allianz Indonesia selalu menggandeng teknologi di dalam setiap aktivitas usahanya, termasuk saat memberikan pelayanan kepada nasabah.

Menurut International Data Corporation (IDC) pada tahun 2018, dua pertiga dari 2.000 perusahaan berskala global menyatakan untuk merubah strategi bisnis di tahun 2019, dari konvensional menjadi modern digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah, dimana 34% perusahaan tersebut percaya akan sepenuhnya mengadopsi transformasi digital dalam kurun waktu 12 bulan.

Di samping itu, berdasarkan data yang dipaparkan di harian Jakpost pada 28 Februari 2019, adopsi digital meningkat pesar di Indonesia terutama di kalangan generasi milenial. Pangsa pasar nasabah asuransi jiwa yang digitally-active meningkat dari 46% di 2014 menjadi 73% di 2018. Nasabah asuransi menginginkan produk terbaik dan sesuai kebutuhan. Nasabah juga menginginkan informasi yang jelas dan transparan serta interaksi yang mudah dan lancar dengan perusahaan asuransi. Saat pengajuan klaim, mereka berharap perusahaan asuransi dapat membantu mereka mengurangi beban finansial dan rasa cemas mereka, bukan justru menambahkannya.

Melihat tren ini, Mike Sutton, Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia, mengatakan Allianz Indonesia telah melakukan transformasi digital serta menghadirkan rangkaian inovasi digital untuk bertahan di era disrupsi digital serta menjawab kebutuhan konsumen yang dinamis dan digitally-connected. “Kami percaya bahwa transformasi digital yang berfokus pada customer centricity dapat memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah. Aspirasi ini didukung oleh penyediaan platform dan integrasi yang berkelanjutan untuk mampu menghadirkan fitur dan fungsi baru yang lebih cepat dan aman bagi nasabah. Dengan transformasi ini, Allianz Indonesia berupaya untuk menjadi mitra yang lebih terpercaya dan inovatif bagi nasabah kami,” ungkap Mike.

Konsistensi Dalam Berinovasi

Sejak diresmikannya Allianz Innovation Lab di kantor pusat Allianz Indonesia pada Oktober 2018 lalu, secara konsisten kami terus menghadirkan rangkaian inovasi produk dan layanan yang berfokus pada customer centricity dengan mengedepankan digital customer experience.

Dimulai dari peluncuran Allianz Discover pada Februari 2019 lalu, yakni aplikasi digital untuk tenaga pemasar asuransi jiwa dan kesehatan (digital sales tools) yang memungkinkan calon nasabah secara interaktif menentukan perlindungan sesuai kebutuhan. Dilanjutkan pada Mei 2019, BukaProteksi hadir di tengah masyarakat sebagai produk Asuransi kesehatan pertama yang memberikan pengalaman digital (digital experience) terbaik melalui aplikasi marketplace Bukalapak.

Hingga Oktober 2019, Allianz telah menjalankan proses panjang untuk bertransformasi dalam menjalankan bisnisnya kepada nasabah. Kami sepenuhnya menjalankan proses fully-automation di dua proses utama kami yakni proses pendaftaran nasabah baru dan proses klaim. Dimulai dari proses permohonan asuransi jiwa melalui Allianz Discover dan banking sales tools, hingga self-servicing tools untuk nasabah (eAZy Connect) dan mitra bisnis (Agency Connect dan Banca Connect). Selain itu, fullyautomation juga kami terapkan untuk proses klaim asuransi kesehatan yang mencakup pengajuan online melalui aplikasi eAZy Claim. “Seluruh transformasi serta inovasi digital yang kami lakukan merupakan upaya kami untuk menjadi perusahaan asuransi berbasis digital nomor satu di Indonesia. Kami memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki perlindungan asuransi hanya dalam hitungan menit, dimana sebelumnya proses ini dapat memakan waktu hingga hitungan hari,” tambah Mike.

Pencapaian Positif Proses Automasi Digital

Per September 2019, proses automasi digital yang telah dijalankan selama sepanjang tahun 2019 menunjukan hasil positif. Pengajuan asuransi jiwa secara online melalui jalur distribusi offline kami, yakni agen telah mencapai 88% dan bancassurance yang mencapai lebih dari 60%. Selain itu, e-policy yang kami terbitkan sudah mencapai lebih dari 40% dari seluruh polis baru yang kami terbitkan, dan komunikasi digital yang kami lakukan ke nasabah (mengirimkan pernyataan transaksi, billing reminder, dll) telah mencapai hingga 87%, dimana hal ini mendukung ambisi kami untuk mengurangi penggunaan kertas. Di proses klaim, untuk pengajuan klaim asuransi kesehatan secara online, sebanyak 95% klaim berhasil kami bayarkan dalam waktu 2x24 jam sepanjang 2019.

Pencapaian ini mengukuhkan komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang inovatif, cepat dan terpercaya kepada nasabah. Ke depannya, kami akan terus menggandeng teknologi dalam memberikan perlindungan ke lebih banyak masyarakat dengan cara yang semudah dan senyaman mungkin.

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya. Saat ini, Allianz menjadi salah satu asuransi terkemuka di Indonesia yang dipercaya untuk melindungi lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di wilayah ini sejak 1910, dimana awalnya Allianz menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Cina. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 92 juta nasabah individu dan perusahaan. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 673 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investor mengelola aset tambahan sebesar 1,4 trilliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2018, lebih dari 142.000 karyawan di lebih dari 80 negara meraih total pendapatan 131 miliar Euro dan laba operasional sebesar 11,5 miliar Euro.


Contact Information 1:
WAHYUNI MURTIANI

corporate.communications@allianz.co.id
021 2926 8888

Release Terkini

BRI Gratiskan Biaya Top Up GoPay

03 APRIL 2020 / 12:11 WIB

BRI Gratiskan Biaya Top Up GoPay

03 APRIL 2020 / 12:11 WIB