August
08
2021
     21:13

Pembagian Sembako untuk Masyarakat Isoman di Beberapa Tempat di DIY dan Sumbangan Tunai Bagi Anggota GNIB yang Isoman

Pembagian Sembako untuk Masyarakat Isoman di Beberapa Tempat di DIY dan Sumbangan Tunai Bagi Anggota GNIB yang Isoman
Publisher

Organisasi swadaya masyarakat nirlaba Green Network Indonesia, berkedudukan di Yogyakarta, biasa dikenal dengan sebutan GNI, telah berkiprah selama 10 (sepuluh) tahun mengabdi bagi bangsa dan 4 (empat) tahun berkiprah dalam azas kebangsaan.

GNI Berbangsa ini dipindah pusat kepengurusan, dari Jakarta ke Yogyakarta, yaitu di awal tahun 2018. Dengan ketua Umum Dr. Transtoto Handadhari dan Rudhito Widagdo sbg Ketua Harian GNIB.

‘Gerakan Budaya No Cheating Indonesia’ menjadi salah satu komitmen bagi GNIB yang telah diikrarkan di tahun 2013. Demikian pula pentingnya penegasan komitmen kebangsaan, pelestarian alam dan lingkungan.

Perkumpulan GNI-Berbangsa digagas dan didirikan oleh Dr. Transtoto Handadhari, mantan Dirut Perum Perhutani (2005-2008), yang didukung oleh kawan-kawan dan keluarganya. GNI-Berbangsa berazaskan perjuangan kebangsaan, persatuan-kesatuan, kebhinekaan, kemartabatan bangsa, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan. Organisasi ini kemudian menerima Surat Keputusan dari Kemenhukam pada tanggal 26 September 2017 dengan nomor AHU-0012971.ah.01.07, tanggal 4 September 2017 melalui Akte notaris Dr. Tintin Surtini, SH, MH, Mks bernomor 08, tanggal 3 Agustus 2017.

GNI-Berbangsa merupakan metamorfosa dari Yayasan Green Network Indonesia yang aktif sejak bulan September 2009, dengan payung hukum yang ditetapkan melalui Akte Notaris Surjadi, SH, Nomor 11 tahun 2010 tanggal 15 Januari 2010 berdasarkan ketetapan Menhukham Nomor Depkumham: AH-443.AH.01.04 Tahun 2010.

Para pendukung yang ikut serta mendirikan GNI saat itu tersebar dari berbagai unsur dan jabatan. Sebut saja Djarot Kusumayakti (saat itu menjabat Direktur Utama BULOG), Prof Dr Sri Adiningsih  (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden), Bambang Hendroyono (Sekjen Kemen-LHK), Handriyo Kusumo Priyo (mantan Dubes RI di Brunei Darussalam), Komjen Pol (Pur) Gregorius Mere (Staf Khusus Presiden), Budiman Sudjatmiko (politikus), Camelia Malik (artis), Ir. Rukmi Hadihartini (mantan Direktur Pertamina), Irjen Pol (Pur) Bekto Suprapto (Sekjen Kompolnas), Rudhito Widagdo (MBA Diplomat Senior), Ir Bambang Supriyambodo (CEO Rakabu Sejahtera), Prof Bustanul Arifin (INDEF), GBPH Prabukusumo (Kasultanan Ngayogyokarto), Letjen TNI Rasyid Quranen (mantan Dirjen Kopassus, alm.), Marsda TNI AU Suwitno Adi, Mayjen TNI Suwandi (mantan Dan Paspamres), Dr. Petrus Gunarso (swasta), Dr Tjipta Purwita (mantan Direktur Perum Perhutani), Dr Eddy Limantoro (pengusaha), Prof Cahyono Agus (dosen UGM), Dr. asep Karsidi (Ketua BIG), GKR Mangkubumi (Kasultanan Ngayogyakarta), Dra Lydia Assegaf (pengusaha), Dina Hidayani, MSc (DPRRI), Sapto Amal (mantan Wakil Ketua BPKRI), Dr. Agus Justianto (Kepala Balitbang KLHK), Tri Budhiarto (Deputi Kepala BNPB), Yani Saptohoedoyo (pengusaha), Diah Suradiredja (LSM), Bambang Eko Supriyadi (Perum Perhutani), M. Joko Santoso (budayawan), dan Fransiska Indrayani Marpaung (UKWM Surabaya).

‘GNI-Berbangsa mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghormati perbedaan dalam kebhinekaan, perjuangan bela negara NKRI, melakukan pembangunan keberadaban dan  martabat bangsa, memajukan kesejahteran rakyat serta advokasi praktik-praktik kebangsasan, kenegaraan dan pembangunan di segala bidang’ demikian Transtoto Handadhari, Ketua Umum GNIBerbangsa didampingi tokoh nasional Prof Sri Adiningsih sebagai salah satu Pembina GNI-Berbangsa, dan Sekjen GNI Berbangsa Dr. Corryanti.

'‘Basis dari GNI Berbangsa yang utama adalah berkenaan dengan kehidupan berbangsa, serta upaya menyelamatkan dan merawat bumi dan alam lingkungan secara jujur tanpa kecurangan (‘no cheating’), sebagaimana yang telah dilakukan Yayasan GNI lebih dari 7 tahun lalu. Pengikutnya sempat menunjukkan angka 100.000 orang’' tambah Transtoto, yang lulusan UGM dan Universitas of Wisconsin, Madison, USA.

'‘Perkumpulan GNI-Berbangsa mengembangkan visi-misi menuju Indonesia yang bersatu, bermartabat dan sejahtera. Dengan anggota dan pengurus dari berbagai kalangan profesional, GNIBerbangsa bertekad dapat berkerja sosial untuk bangsa dan masyarakat Indonesia’, kata Rudhito Widagdo, Ketua Harian Perkumpulan. Widagdo menambahkan, ‘edukasi kebangsaan maupun lingkungan dan kesejahteraan akan kami lakukan melalui media seni budaya, dan sedang dipersiapkan membuat channel stasiun televisi agar lebih luas jangkauannya. Sementara yang mengait dengan geo-politik akan disesuaikan dengan arah kebijakan kepolitikan yang bermanfaatuntuk rakyat.’'

Meskipun memiliki program yang luas, menurut Dr Petrus Gunarso, Direktur Program dan Pemantauan, GNI-Berbangsa memiliki prioritas kegiatan yang dipertimbangkan paling efektif untuk dilaksanakan. Sebagai gambaran, GNI-Berbangsa dalam hal kesejahteraan masyarakat lebih berkiprah di wilayah-wilayah yang jauh dari jangkauan Pemerintah, misalnya wilayah timur atau paling utara nusantara, mulai membangun dari bawah, di sekitar perbatasan, atau di sekitar hutan.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved