July
13
2020
     15:32

Mulai Berlaku, Mendag Ajak Pelaku Usaha Maksimalkan Pemanfaatan IA-CEPA

Mulai Berlaku, Mendag Ajak Pelaku Usaha Maksimalkan Pemanfaatan IA-CEPA

Jakarta, 10 Juli 2020 — Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan, pelaku usaha Indonesia harus dapat memaksimalkan manfaat Perjanjian Kemitraan Komprehensif IndonesiaAustralia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) yang telah berlaku 5 Juli 2020.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat memberikan keterangan pers di Jakarta, pada Jumat (10/7). Hadir dalam konferensi pers Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan InternasionaI Iman Pambagyo, Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani, dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Shinta W. Kamdani.

“IA-CEPA sudah berlaku pada 5 Juli 2020. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan cakupan IACEPA yang komprehensif seperti penghapusan tarif bea masuk perdagangan barang, kesempatan yang luas di perdagangan jasa, program-program pengembangan sumber daya manusia, dan peluang investasi dari kedua negara. Semuanya ini diharapkan akan membentuk Indonesia sebagai “Economic Powerhouse” di kawasan,” jelas Mendag

Mendag menyampaikan, IA-CEPA memiliki cakupan komitmen yang komprehensif meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, penanaman modal, dan kerja sama ekonomi. Cakupan tersebut memberikan berbagai manfaat bagi perekonomian Indonesia.

Pertama, akses barang dan jasa. Pada perdagangan barang, IA-CEPA memberikan kemudahan dalam hal tarif bea masuk, Australia mengeliminasi 100 persen atau semua pos tarifnya (6,474 pos tarif) menjadi 0 persen. Sementara Indonesia mengeliminasi 94,6 persen dari seluruh total pos tarif. Sedangkan dalam perdagangan jasa, IA-CEPA memfasilitasi perpindahan orang perseorangan juga pengakuan atas jasa-jasa profesional Indonesia.

Kedua, investasi yang bersifat jangka panjang. IA-CEPA juga mendorong masuknya Investasi Australia ke Indonesia. Saat ini tingkat tabungan di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan untuk investasi. Indonesia membutuhkan investasi dari negara-negara lain dan Australia melalui IA-CEPA telah menunjukan keseriusannya untuk berinvestasi di Indonesia.

Ketiga, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Melalui IA-CEPA, Indonesia mendapatkan program-program kerja sama ekonomi yang membawa kapasitas SDM Indonesia menjadi lebih ahli, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan industri. SDM yang unggul akan membuat ekononomi Indonesia kuat.

Keempat, pembentukan economic powerhouse. Konsep economic powerhouse merupakan kolaborasi antara Indonesia-Australia dengan memanfaatkan keunggulan negara masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga. Seperti, pada industri makanan olahan berbahan dasar daging yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.

“Kesemua manfaat ini saling mendukung satu sama lain, dan di sinilah esensi dari IA-CEPA. Bukan hanya soal ekspor barang dan jasa tetapi juga bagaimana perjanjian ini mampu mendorong Peningkatan SDM dan daya saing ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Mendag mengungkapkan, Indonesia saat ini mengalami defisit perdagangan dengan Australia. Namun, impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku dan penolong industri, seperti gandum, batubara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, susu, dan krim. Produk tersebut digunakan oleh Industri di tanah air untuk proses produksi baik untuk keperluan domestik, maupun tujuan ekspor.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved