September
15
2020
     21:32

Merdeka Copper Gold Jaga Kinerja Positif Selama Semester I-2020 di Tengah Pandemi

Merdeka Copper Gold Jaga Kinerja Positif Selama Semester I-2020 di Tengah Pandemi

Jakarta, 15 September 2020 - PT Merdeka Copper Gold Tbk (Kode saham: ‘MDKA’) mencapai kinerja keuangan dan operasional yang positif selama Semester I-2020. Berkat komitmen yang sungguh-sungguh, perusahaan berhasil menjaga fundamental bisnis di tengah pandemi Covid-19. MDKA mencatat pendapatan sebesar US$199 juta, naik 3,7% dari tahun sebelumnya US$192 juta (year on year – yoy),  serta laba bersih sebesar US$35,42 juta selama Semester I-2020.

“Perseroan memahami bahwa sepanjang paruh pertama 2020, dan untuk beberapa waktu ke depan, pandemi COVID-19 masih akan terus menjadi tantangan serta berpengaruh pada perekonomian nasional. Di tengah tantangan ini, MDKA terus menerapkan protokol kesehatan dan keamanan untuk memperkuat posisinya sebagai produsen emas. Hal ini tercermin dari kinerja bisnis yang positif di Semester I 2020,” kata Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Tri Boewono saat Paparan Publik Virtual di Jakarta, Selasa (15/9).

Sampai dengan Semester I 2020, MDKA berhasil menjalankan fundamental bisnis yang positif. Produksi emas MDKA mencapai 108.823 ounces dan tembaga 2.926 ton.  “MDKA juga melanjutkan komitmen untuk menjaga pertumbuhan perseroan serta memberikan dampak positif. Caranya, meningkatkan produktivitas perseroan jangka panjang dengan mengembangkan aset-aset kami yang sudah ada maupun aset baru. Semuanya untuk menjadikan Merdeka sebagai perusahaan nasional penyedia emas dan tembaga terkemuka,” ujar Tri.

Tri juga menambahkan bahwa pada Sabtu, 12 September 2020, telah terjadi insiden penurunan muka tanah di permukaan heap leach pad Proyek Tujuh Bukit. Perseroan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka pada pekerja yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan juga tidak ada kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

“Insiden ini berpotensi terhadap penundaan realisasi target produksi proyek tujuh bukit namun Perseroan akan bekerja maksimal untuk meminimalisir dampak insiden terhadap kinerja dan produksi. Saat ini kami sedang melakukan investigasi atas insiden tersebut dan akan menginformasikan lebih lanjut mengenai kejadian ini secepatnya,” jelas Tri.

Sampai saat ini, MDKA mengoperasikan  dua aset tambang produksi, tambang emas Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI) dan tambang tembaga Wetar (PT Batutua Kharisma Permai/BKP dan PT Batuatua Tembaga Raya/BTR),  dan  mengembangkan tiga proyek: Proyek Tembaga Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI), Proyek Emas Pani JV (JV MDKA dan J Resources), dan Proyek Acid Iron Metal (“AIM”) Wetar/Morowali (JV MDKA dan Eternal Tsingshan Group Limited (“Tsingshan”), serta bertindak selaku penyedia jasa pertambangan melalui  PT Merdeka Mining Servis (MMS).

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan bahwa perusahaan akan terus melakukan pengembangan. “Proyek Tembaga Tujuh Bukit, dengan potensi produksi tembaga sebesar 70.000 - 90.000 ton dan emas 200.000 – 300.000 ounces per tahun untuk lebih dari 20 tahun ke depan, akan menjadikan Merdeka market leader.  PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan Merdeka yang mengelola Tujuh Bukit, berhasil mengembangkan aktivitas dan sistem kerja yang optimal dan efisien,” ujar Adi.

Dari pengembangan dari proyek Emas Pani, MDKA berpotensi memproduksi emas lebih dari 250.000 ounces per tahun lebih selama dari 15 tahun. Sementara itu, proyek AIM berpotensi menyumbang pendapatan lebih dari US$200 juta per tahun selama 20 tahun dengan studi kelayakan ditargetkan akan selesai pada Kuartal IV-2020.

Obligasi Berkelanjutan

Pada 2020, MDKA melanjutkan aksi korporasi untuk menjaga fundamental bisnis tumbuh positif. MDKA  memiliki kemampuan keuangan yang kuat untuk mengembangkan proyek-proyek berkelas dunia. Tahun ini, MDKA  berhasil menuntaskan proses penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Copper Gold 2020 yang mendapatkan respon positif dari investor dengan ditandai adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar Rp3,4 T dari Rp1,7 T yang ditawarkan atas obligasi MDKA tersebut. Total dana Rp1,7 triliun yang dihimpun terbagi dalam dua tahap: Rp 1,4 triliun yang telah selesai dilaksanakan pada Juli 2020 dan Rp300 miliar yang selesai pada September 2020.

“Perusahaan akan terus mengoptimalkan peluang bisnis dan pengoperasian tambang yang prospektif yang lebih menguntungkan lagi bagi Perseroan. Apalagi, dalam enam bulan pertama 2020, harga emas dunia sudah meningkat lebih dari 17%, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi barunya. Strategi pengembangan proyek dan optimalisasi produksi akan menjaga pertumbuhan bisnis Merdeka yang positif,” ujar Adi.

Tentang PT Merdeka Copper Gold Tbk.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (“Merdeka”) didirikan pada 2012, sebagai perusahaan induk dengan anak-anak perusahaan yang beroperasi di dalam kegiatan-kegiatan usaha pertambangan, meliputi (i) eksplorasi dan (ii) produksi emas, perak, tembaga (dan mineral terkait lainnya), dan (iii) jasa pertambangan.

Anak-anak perusahaan tersebut adalah (i) PT Bumi Suksesindo (“BSI”) sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi untuk Tambang Tujuh Bukit, (ii) PT Damai Suksesindo (“DSI”) yang memegang izin eksplorasi yang berdekatan dengan Tambang Tujuh Bukit, (iii) PT Batutua Tembaga Raya (“BTR”) sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi khusus untuk pengolahan dan pemurnian, (iv) PT Batutua Kharisma Permai (“BKP”) sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi untuk Tambang Tembaga Wetar; (v) PT Merdeka Mining Servis ("MMS") sebagai pemegang izin usaha jasa pertambangan; (vi) PT Pani Bersama Tambang (“PBT”), sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi khusus untuk pengolahan dan pemurnian, dan (vii) PT Puncak Emas Tani Sejahtera (“PETS”), sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi untuk Proyek Emas Pani.

Merdeka saat ini terdiri atas lima aset/proyek utama, yaitu (i) Proyek Tembaga Tujuh Bukit, (ii) Proyek Emas Pani, (iii) Proyek Wetar/Morowali Acid Iron Metal, (iv) Tambang Emas Tujuh Bukit dan (v) Tambang Tembaga Wetar

Deposit tembaga dan emas Proyek Tembaga Tujuh Bukit adalah salah satu sumber daya mineral porfiri tembaga dan emas kelas dunia, mengandung sekitar 28 juta ounces emas dan 8,8 juta ton tembaga. Tambang Emas Tujuh Bukit yang telah beroperasi memiliki deposit oksida emas dan perak di dekat permukaan yang hingga 31 Desember 2019 mengandung Sumber Daya Mineral sebesar 2,3 juta ounces emas dan 89,8 juta ounces perak.

Sebagai perusahaan tambang mineral Indonesia berkelas dunia, Merdeka dimiliki oleh pemegang saham besar yang bereputasi baik (prominent shareholders), yaitu PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., PT Provident Capital Indonesia dan Garibaldi Thohir. Pemegang saham Merdeka memiliki rekam jejak yang terbukti sukses dalam mengantarkan perusahaan-perusahaan dengan bisnis model dan prospek usaha menjadi perusahaan terbuka terkemuka di Indonesia.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved