July
28
2021
     18:44

Kemenperin Gulirkan Program Vaksin bagi Para Pekerja Industri

Kemenperin Gulirkan Program Vaksin bagi Para Pekerja Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air. Berbagai langkah strategis telah dijalankan, di antaranya menggulirkan program vaksinasi khusus bagi pelaku industri dan tenaga kerja industri di wilayah Jawa-Bali. Pelaksanaan vaksinasi bagi sektor ini diharapkan dapat melindungi para pekerja dari Covid-19 dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Untuk mewujudkan ‘Industri Tangguh, Indonesia Maju’, Kemenperin bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melakukan program vaksinasi industri bagi 5 juta pekerja industri di Jawa dan Bali. Targetnya akan dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2021,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri saat meninjau pelaksanaan vaksinasi industri di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/7).

Dalam program ini, tim vaksinasi industri juga bekerja sama dengan pengelola kawasan industri percepatan proses vaksinasi di sektor industri. Koordinasi dilakukan dalam validasi dan penyortiran data calon penerima vaksin. Kemudian data tersebut digunakan sebagai dasar jumlah kebutuhan vaksin, penentuan lokasi, dan waktu pelaksanaan vaksinasi.

Peserta program vaksinasi adalah mereka yang belum masuk dalam program vaksinasi gotong royong. “Sedangkan yang sudah terdaftar sebagai peserta vaksinasi gotong royong oleh perusahaan, pelaksanaan vaksinasinya diupayakan untuk bisa diprioritaskan,” imbuhnya.

Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, penyelenggaraan vaksin industri pada tahap awal dilaksanakan pada 28-29 Juli 2021 di di PT Santos Jaya Abadi, Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Jawa Barat.  Selanjutnya pada 30-31 Juli 2021 dilakukan di Kawasan Industri Jababeka, tepatnya di President University.

Target vaksinasi di tahap awal tersebut adalah sebanyak 10.000 pekerja. Di tahap awal ini, vaksinasi industri diberikan untuk sektor industri makanan dan minuman. Pasalnya, sektor tersebut pada TW-1 2021 memberikan kontribusi 37,98% terhadap PDB industri nonmigas. Selain itu, nilai total ekspor industri mamin pada Januari-Juni 2021 mencapai USD19,58 Miliar, meningkat 42,59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data tersebut, sektor industri mamin yang mempekerjakan 5 juta orang merupakan kontributor penting pada pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sektor kritikal yang perlu tetap berjalan optimal di masa pandemi,” ujar Putu.

Pada pelaksanaan di hari pertama (28 Juli 2021), vaksinasi diberikan kepada 2.115 pekerja. Para pekerja berasal dari perusahaan industri mamin, antara lain PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api), Garuda Food, PT. Nestle Indonesia, PT Niramas Utama (INACO), dan PT Inasentra Unisatya. Selain itu, terdapat satu perusahaan di luar sektor mamin yang turut dalam program vaksinasi bagi industri tersebut, yakni PT Nichias Rockwool Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyampaikan apresiasi upaya Kemenperin dalam percepatan vaksinasi, terutama bagi sektor industri mamin. “Industri mamin termasuk sektor kritikal untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat sehingga diperbolehkan beroperasi 100%. Karenanya, jaminan vaksinasi pekerja menjadi satu keniscayaan untuk menjamin industri beroperasi dengan baik dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan terhadap industri anggota GAPMMI, industri sendiri bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19. Pekerja lebih banyak terpapar di lingkungan dan keluarga. “Sehingga, bila pekerja dan keluarga bisa divaksin, bisa lebih aman. Kami juga terus mendorong anggota kami untuk tertib dalam pelaporan IOMKI sebagai salah satu upaya memonitor industri agar terjamin keamanannya,” papar Adhi.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved