August
10
2018
     15:29

Kemendag Bantu Kembangkan Desain Produk Warga Binaan Pemasyarakatan Penuhi Kualitas Ekspor

Kemendag Bantu Kembangkan Desain Produk Warga Binaan Pemasyarakatan Penuhi Kualitas Ekspor

Jakarta, 9 Agustus 2018 – Kementerian Perdagangan dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan desain produk-produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan agar memenuhi kriteria ekspor. Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda dan Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, hari ini, Kamis (9/8) di Graha Bhakti Pemasyarakatan Kemenkumham, Jakarta.

“Kerja sama ini dimaksudkan untuk menyinergikan program Kemendag dan Kemenkumham dalam mengembangkan produk warga binaan pemasyarakatan untuk menjadi produk yang berorientasi ekspor,” kata Arlinda.

Perjanjian kerja sama yang ditandatangani hari ini bertujuan mengikat komitmen dalam membimbing warga pemasyarakatan selama menjalani masa pembinaan. Perjanjian kerja sama merupakan tindak lanjut nota kesepahaman kedua kementerian yang ditandatangani Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, 3 April 2018 lalu.

“Kami harap hasil kerja sama dapat meningkatkan kualitas desain produk warga binaan sehingga lebih eye-catching. Produk yang dihasilkan menjadi semakin menarik dan makin dapat diterima di pasar global. Selain itu, kerja sama ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya produktif yang bernilai tinggi,” kata Arlinda.

Ruang lingkup kerja sama antara Ditjen PEN Kemendag dan Ditjen PAS Kemenkumham yang ditandatangani hari ini mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia, pengembangan desain produk dan kemasan, pemberian dukungan kegiatan promosi, pemasaran, dan informasi peluang pasar ekspor yang ditargetkan untuk petugas pemasyarakatan dan warga binaan.

Sebagai salah satu implementasi kerja sama, pada saat yang bersamaan dengan penandatanganan ini diselenggarakan acara lokakarya Kemasan untuk Produk Ekspor. Lokakarya ini merupakan salah satu upaya pengembangan kapasitas bagi 40 peserta dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jabotabek, Jawa Barat, dan Banten.

“Kemendag dan Kemenkumham memiliki komitmen nyata untuk mendorong daya saing dan meningkatkan nilai tambah produk dengan kualitas ekspor, salah satunya produk hasil warga binaan pemasyarakatan,” kata Arlinda.

Saat ini, desain mempunyai peran yang sangat penting bagi peningkatan daya saing produk di pasar internasional. Desain menjadi salah satu strategi memberikan nilai tambah pada suatu produk. Desain juga berperan sebagai indikator kualitas suatu produk. Melalui pengembangan desain produk warga binaan, diharapkan dapat dihasilkan produk yang berkualitas dengan desain yang baik dan dapat diterima di pasar global.

Pada 2017 lalu, produk warga binaan telah dipromosikan dalam pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32. Produk-produk ini mendapat apresiasi dan perhatian dari calon-calon pembeli mancanegara.

Pada Juli 2018, produk-produk warga binaan pemasyarakatan telah dipamerkan pada sesi pameran pertemuan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Thailand. Produkproduk tersebut juga diapresiasi para pengunjung pameran.

“Pada kegiatan TEI ke-33 tahun 2018 yang akan berlangsung dari 24-28 Oktober 2018, Ditjen PEN juga akan memfasilitasi pameran produk warga binaan pemasayarakatan ini,” kata Arlinda.


Contact Information 1:
Marolop Nainggolan

marolop.nainggolan@kemendag.go.id
021-23528645


Contact Information 2:
Fajarini Puntodewi

pusathumas@kemendag.go.id
021-3860371

Release Terkini