February
27
2019
     11:09

Jet Commerce Ekspansi Solusi end-to-end E-commerce ke Vietnam dan Thailand

Jet Commerce Ekspansi Solusi end-to-end E-commerce ke Vietnam dan Thailand

Jakarta, 27 Februari 2019 – Jet Commerce, penyedia solusi end-to-end e-commerce, memperluas layanan bisnis ke Vietnam dan Thailand demi memenuhi permintaan yang kian meningkat terhadap e-commerce enabler seiring dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara. Ekspansi internasional tahap pertama ini ditandai dengan pembukaan kantor dan warehouse di Ho Chi Minh City dan Bangkok.

Masing-masing perusahaan dikelola oleh tim lokal mulai dari store operation, digital marketing, data analyst, designer, copywriter, customer service, hingga tim untuk warehouse dan fulfillment. Beberapa lainnya berasal dari Indonesia untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian terkait proses bisnis Jet Commerce.

Langkah ini dilakukan berdasarkan permintaan dan dorongan dari mitra brand global untuk kehadiran Jet Commerce sebagai mitra e-commerce enabler di pasar Vietnam dan Thailand. Di samping itu, perkembangan e-commerce di kedua negara tersebut terus berkembang pesat.

“Fokus merupakan kunci keberhasilan tatkala kita memulai sesuatu, namun visi kami dari awal adalah menjadi penyedia solusi e-commerce terpecaya dan paling diandalkan se-Asia Tenggara,” ujar Oliver Yang, Chief Executive Officer Jet Commerce. “Tim di Vietnam dan Thailand bekerja menghadirkan solusi dan layanan untuk mewujudkan transformasi bisnis mitra brand kami dari konvensional menuju online, serta membangun kemampuan-kemampuan lainnya yang dibutuhkan mitra brand demi meningkatkan kepuasan konsumen.”

Riset Google-Temasek dalam laporan e-Conomy SEA 2018 mencatat nilai bisnis e-commerce di Asia Tenggara pada 2018 diprediksi mencapai US$ 23,2 miliar. Adapun Vietnam berada di posisi ketiga senilai US$ 2,8 miliar dan Thailand di posisi kedua senilai US$ 3 miliar setelah Indonesia yang memimpin dengan nilai US$ 12,2 miliar.

Kendati pertumbuhan e-commerce di masing-masing negara menunjukkan performa yang positif, pelaku e-commerce terutama brand harus siap mengatasi sejumlah kendala yang kerap dialami konsumen saat berbelanja online. Hasil survei Vietnam e-Commerce and Digital Economy Agency pada 2018 menunjukkan sebanyak 77% konsumen di Vietnam menghadapi masalah pada kualitas produk yang diterima.

Hal ini seringkali terjadi terutama jika konsumen berbelanja online di luar official store brand. Berikutnya, sebanyak 32% mengaku mendapatkan pelayanan pelanggan yang buruk dan 63% menilai kredibilitas penjual sebagai daya tarik mereka saat berbelanja online.

Sementara, di Indonesia sendiri beberapa kendala yang kerap ditemui di antaranya keterlambatan pengiriman, barang yang diterima konsumen rusak atau tidak sesuai, lambatnya respon keluhan, diskon fiktif, dan lain sebagainya. Kendala-kendala tersebut dapat diatasi jika brand memiliki atau bekerja sama dengan tim khusus yang berdedikasi penuh untuk e-commerce.

Hal ini sangat krusial terutama bagi brand yang menawarkan beragam varian produk dan memasarkannya di berbagai saluran pemasaran digital. “Membangun bisnis e-commerce tidak hanya sebatas menyiapkan official store, tapi juga memastikan kelancaran operasional e-commerce untuk mengatasi dan meminimalisir kendala-kendala tersebut,” ungkap Oliver.

Selanjutnya, brand perlu membuat strategi pemasaran digital berbasis data yang berkomitmen untuk pertumbuhan, bukan keuntungan jangka pendek sesaat. Data-data ini nantinya bisa dimanfaatkan brand dalam menemukan cara untuk mengubah traffic menjadi konversi.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved