July
19
2019
     17:31

IPC, Pelindo 1 dan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) Sinergi Kelola Pelabuhan Batu Ampar

IPC, Pelindo 1 dan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) Sinergi Kelola Pelabuhan Batu Ampar
Publisher

Jakarta, 19 Juli 2019. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC tandatangani Perjanjian Induk tentang Penyiapan Kerja Sama Operasi Pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar Beserta Area Pendukungnya di Batam. Perjanjian Induk ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani pada tahun 2018, yaitu MoU antara Pelindo I dan Pelindo II, dan kerja sama antara Pelindo I dengan Badan Pengusahaan Batam. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya; Direktur Utama Pelindo I (Persero), Dian Rachmawan dan Direktur Utama PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero), Djuhaery di Jakarta.

Perjanjian Induk ini juga merupakan tindak lanjut arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Direktur Utama IPC pada 24 Juni yang lalu. “Wapres memerintahkan IPC untuk melakukan langkah-langkah strategis mengembangkan pelabuhan di Batam agar memiliki kemampuan dan daya saing yang sama dengan pelabuhan di negara tetangga, Singapura.” ujar Elvyn. Penandatanganan Perjanjian Induk meliputi kerjasama operasi pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar meliputi transformasi layanan operasional, business process, penyediaan sistem, penyediaan sumber daya yang diperlukan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar di Batam.

Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola oleh Badan Pengusahaan Batam saat ini melayani distribusi barang dan penumpang. Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar dilakukan dengan merevitalisasi infrastruktur seperti pengerukan alur laut, penataan Container Yard (CY), lahan serta gudang dan penambahan/perkuatan dermaga untuk menambah kapasitas pelabuhan. Selain itu juga perlu dilakukan modernisasi peralatan dan memperbaiki sistem bongkar muat.

Menyadari adanya potensi bisnis penyediaan jasa kepelabuhanan bertaraf internasional dan letak strategis Batam dalam jalur pelayaran internasional, nantinya modernisasi Pelabuhan Batu Ampar diharapkan mampu menarik pasar pengguna jasa pelabuhan di Singapura.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, sinergi antara kedua BUMN pengelola pelabuhan (IPC dengan Pelindo I) serta PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) diharapkan mampu mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar hingga memberi kontribusi positif bagi pengembangan perekonomian dan kesejahteraan di Batam.

“Saya berharap dengan dilakukannya sinergi antara ketiga pihak ini yaitu Pelindo I, Pelindo II dan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) yang merupakan pihak-pihak yang sudah sangat berpengalaman mengelola pelabuhan dan layanan logistik dapat mempercepat terwujudnya Pelabuhan Batu Ampar menjadi pelabuhan dengan layanan unggul dan berstandar internasional. Kerjasama ini adalah sinergi strategis yang dilakukan untuk memperkuat jasa kepelabuhanan di Indonesia dan bagian dari implementasi nawacita Presiden RI dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.” ujar Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN dalam sambutannya.

Perjanjian ini menjadi dasar kesepakatan dan komitmen dalam penyiapan kerja sama operasi pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar beserta area pendukungnya di Batam. Persiapan pelaksanaan rencana kerja sama melalui pertukaran informasi/data yang diperlukan, penyusunan kajian kelayakan, pelaksanaan identifikasi dan pengurusan segala perizinan dan pelaksanaan tugas lain yang diperlukan pada kerja sama ini.

Tentang IPC :

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

Selain itu, IPC memiliki 17 (tujuh belas) anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia Tbk., KSO TPK Koja serta PT Pelabuhan Indonesia Investama.

 


Contact Information 1:
Shanti Puruhita

corp_sec@indonesiaport.co.id
+6221 4301080

Release Terkini