April
20
2021
     16:07

Ini Dia Sosok Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Bluebird

Ini Dia Sosok Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Bluebird

Jakarta, 20 April 2021 – Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan hari untuk memperingati dan menghormati perjuangan R.A Kartini dalam mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di era modern yang secara khusus terutama dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.

Perjuangan Kartini memegang peranan penting terhadap kesetaraan gender, oleh karena itu Kartini dikenal sebagai role model dari banyak perempuan-perempuan hebat Indonesia. Banyak sekali perempuan-perempuan hebat Indonesia yang menjadikan Kartini sebagai inspirasi dalam menjalani karier maupun berkarya sehingga mampu memberikan manfaat kepada khalayak luas. Salah satunya Bintarti A.Yulianto, selaku Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk.

Dengan posisinya saat ini, Bintarti membawahi ribuan karyawan di Divisi Perawatan Bluebird serta memegang tanggung jawab penuh terhadap kesiapan armada dari Bluebird Group dalam melayani masyarakat. Kesiapan armada mulai dari pengecatan sesuai identitas perusahaan, pemasangan atribut, hingga sistem service/maintenance merupakan tanggung jawab dari Bintarti guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pelanggan setia dari titik penjemputan hingga titik pengantaran.

Saat ditemui, Bintarti bercerita mengenai awal dari perjalanan kariernya, termasuk latar belakang pendidikannya. Waktu itu ketika memilih jalur pendidikan, teknologi nuklir menjadi ilmu yang menarik perhatian. Sekalipun mengesankan hal yang berbahaya, namun ilmu nuklir memiliki potensi manfaat yang sangat banyak bagi kesejahteraan masyarakat. Itulah mengapa saat itu ia memutuskan untuk mengambil studi  jurusan  Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada.

Namun, kebijaksanaan pemerintah saat itu untuk menunda pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai pemanfaatan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat,  mendorong Bintarti untuk mencari tantangan baru. Kebetulan, saat itu, Bluebird sedang mencari tenaga-tenaga baru karena pengembangan usaha yang dilakukannya. Maka bergabunglah Bintarti dengan Bluebird -tempat tugas baru- yang kemudian menunjukkan sosoknya.
 
Dengan latar belakang pendidikan di bidang teknik, Bintarti sebetulnya mendapatkan tugas berkaitan dengan aspek teknik pula, dan harus menangani perawatan armada taksi dan kendaraan Bluebird Group yang puluhan ribu jumlahnya.

Dunia teknik dan berkutat dengan penanganan perawatan kendaraan yang mencapai puluhan ribu dan ribuan kolega yang semuanya pria - otomatis menjadikan Bintarti tenggelam dalam "dunia pria" yang harus dikelola di mana ia kini menjadi komandannya.

Dalam layanan transportasi (darat), orang akan cenderung menilai kualitas layanan dari pengemudi dan kendaraannya. Hal yang tidak salah karena hal tersebut yang langsung  dapat dirasakan oleh pengguna. Namun, dengan kendaraan yang mencapai puluhan ribu unit,  salah satu faktor terpenting dari layanan Bluebird sesungguhnya berawal dari program perawatan kendaraan yang dilakukan, sehingga seluruh kendaraan berada dalam keadaan prima, selalu siap dioperasikan; aman dan nyaman melayani penumpang dan pelanggan.

"Salah satu "kunci" keunggulan perawatan kendaraan Bluebird adalah karena Bluebird melakukan program "preventive maintenance". Perawatan yang sifatnya mengidentifikasi kemungkinan kerusakan/masalah yang akan timbul.  Semua kendaraan memiliki jadwal perawatan sebelum menghadapi permasalahan," ungkap Bintarti ketika ditanyakan bagaimana seluruh kendaraan dapat selalu siap untuk dioperasikan.

Dan inilah sebetulnya yang menggambarkan kehebatan  Bintarti, bagaimana ia - sebagai sosok wanita - mengordinasikan pengelolaan perawatan puluhan ribu kendaraan secara terjadwal, yang  sangat memerlukan kedisiplinan, sistem yang handal, dan tentu saja kualitas kepemimpinan yang kuat dalam lingkungan kerja yang notabene semuanya pria.

“Saya merasa enjoy saja bekerja dengan rekan-rekan teknik yang seluruhnya pria, karena dari saat kuliah pun, teman saya kebanyakan juga pria. Dan sebetulnya, masalahnya bukan terletak pada wanita atau pria, dalam dunia kerja ataupun dalam kegiatan yang lain, kunci utama adalah perlunya kita memiliki "mindset" yang sama. Apabila (telah) ada kesamaan pemahaman, etos kerja, saling memahami the do's and the don'ts; rekan laki atau wanita pada dasarnya sama,” kata Bintarti menjelaskan.
 
Bahkan, dalam beberapa hal, Bintarti justru merasakan aspek positif dapat menyampaikan sesuatu hal atau pemikiran secara lebih direct, straight to the point, terbuka kepada rekan kerja pria yang sangat mendukung dan sesuai budaya dan tuntutan kerja yang ada.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved