January
10
2022
     15:38

Hari Lingkungan Hidup: Dua UMKM Tokopedia Manfaatkan Teknologi untuk Ajak Masyarakat Sayangi Bumi

Hari Lingkungan Hidup: Dua UMKM Tokopedia Manfaatkan Teknologi untuk Ajak Masyarakat Sayangi Bumi
Publisher

Indonesia, 10 Januari 2022 - Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Indonesia, Tokopedia membagikan dua kisah UMKM ramah lingkungan, Bukan Plastik dan Batik Mahkota Laweyan.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan, “Tokopedia #SelaluAdaSelaluBisa mengajak dan mendukung masyarakat Indonesia dalam berperan aktif menjaga lingkungan, salah satunya dengan memberikan panggung bagi para pegiat usaha lokal yang mengusung produk atau inisiatif ramah lingkungan.”

Bukan Plastik, Gunakan Ketela dan Bambu Pengganti Kantong Plastik

Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang di Tokopedia yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Produk Bukan Plastik menggunakan material organik yang ramah lingkungan khususnya untuk kantong belanja dan sedotan.

Berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi, Aisa Putri Wibowo mendirikan usaha Bukan Plastik pada April 2020 guna mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa.

Menurut Aisa, kehadiran platform digital Tokopedia membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. “Lewat Tokopedia, ribuan lembar kantong belanja Bukan Plastik terjual setiap bulannya dan penjualan kami meningkat hingga 10x lipat bahkan telah menjangkau wilayah Gorontalo,” tutup Aisa.

Batik Mahkota Laweyan, Utamakan Kualitas Batik serta Pelestarian Lingkungan

Contoh UMKM lokal di Tokopedia yang juga memiliki inisiatif peduli lingkungan adalah Batik Mahkota Laweyan dari Surakarta. Usaha ini dibangun oleh Alpha Febela pada 2005, satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.

Perusahaan keluarga yang telah ada sejak tahun 1960-an dan sempat vakum pada tahun 1990-an ini hadir dengan memproduksi batik tulis motif abstrak. Produk Batik Mahkota Laweyan kini sudah ber-SNI dan untuk beberapa motif sudah didaftarkan untuk mendapatkan HAKI.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved