July
28
2021
     17:46

GMF Terapkan Strategi Pemulihan Berkelanjutan

GMF Terapkan Strategi Pemulihan Berkelanjutan

Tangerang, 28 Juli 2021 – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) telah memetakan fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak pada kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Strategi pemulihan ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis Perseroan lebih lean menuju era normal baru. Hal ini dikarenakan industri penerbangan beserta pendukungnya diprediksi baru dapat sepenuhnya pulih mencapai kondisi normal pada tahun 2024 mendatang. 

Meski demikian, pasar domestik diproyeksikan mampu pulih lebih cepat dibandingkan pasar internasional, dimana hal ini menjadi angin segar bagi pasar domestik tanah air yang cukup kuat. Selain pasar domestik, segmen kargo juga dilansir menjadi segmen bisnis potensial yang terus tumbuh di tengah kondisi pandemi saat ini.

Berdasarkan laporan IATA periode April 2021, bisnis kargo tahun ini diprediksi masih akan terus menguat. Pendapatan maskapai dari segmen bisnis ini secara global diproyeksikan akan meningkat hingga BUSD 152 atau sepertiga dari total pendapatan maskapai, dimana porsi ini meningkat signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya sebesar 10-15%.

Hal tersebut mendatangkan keuntungan bagi Perseroan, dimana GMF mengalami peningkatan volume pekerjaan perawatan berat, terutama untuk pesawat kargo yang berasal dari luar negeri.

Direktur Utama GMF I Wayan Susena menyatakan bahwa penguatan bisnis kargo ini menjadi peluang tersendiri bagi GMF untuk menggarap pasar perawatan pesawat preighter (passenger-freighter). “Pada 2020 hingga 2021 lalu, GMF telah melakukan konversi tiga pesawat preighter milik Garuda Indonesia Group.

GMF juga melakukan inisiatif bisnis lain yang telah maupun akan direalisasikan untuk memastikan kelangsungan usaha Perseroan, seperti diversifikasi bisnis pada segmen usaha yang tidak terlalu terdampak pandemi seperti power services, defence industry, dan business/private jets,” terang Wayan.  

Meski demikian, GMF tidak memungkiri bahwa sektor perawatan pesawat komersil masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan Perseroan. Hal ini tercermin dalam Laporan Keuangan audited tahun buku 2020 dimana GMF berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar MUSD 258,3.

Pendapatan tersebut mayoritas dikontribusikan oleh sub-usaha reparasi dan overhaul sebesar MUSD 175,1, kemudian disusul oleh sub-usaha perawatan sebesar MUSD 52,6, dan pendapatan dari sub-usaha operasi lainnya sebesar MUSD 26.

Di samping menggenjot pendapatan usaha, Perseroan juga melakukan berbagai inisiatif efisiensi untuk menurunkan beban usaha, baik pada aspek beban pegawai, material, subkontrak maupun beban operasional lainnya. Inisiatif efisiensi ini berhasil menekan beban-beban tersebut secara total hingga 25% dari tahun sebelumnya.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved