March
27
2020
     21:32

Empat Hal yang Perlu Dilakukan Brand Dalam Menghadapi Dampak Corona

Empat Hal yang Perlu Dilakukan Brand Dalam Menghadapi Dampak Corona
Publisher

Dua bulan wabah Covid-19 merebak di Indonesia. Tidak hanya soal kesehatan, beragam lini usaha pun terimbas dampak dari penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini.

Dalam kondisi seperti ini, dunia usaha harus bersikap tepat dan cermat. Terutama dalam mengambil sikap untuk menentukan langkah apa yang akan diambil dalam strategi menghadapi pandemik.
Sebagai seorang konsultan komunikasi, Aninditya Kumala Aprilia selaku CEO Hepi.Inc Communication Boutique menyebut empat hal yang sebaiknya dilakukan oleh brand dalam menyiasati kondisi yang ada.
Pertama, maksimalkan jaringan dan aset online yang dimiliki. Jika brand memiliki sosial media atau e-commerce bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga hubungan dan memberikan informasi kepada pelanggan. Selain itu, disaat maraknya himbauan untuk #dirumahaja dan #workfromhome tentunya pembelian secara online akan lebih memudahkan masyarakat.

Kedua, kondisi saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berkompetisi. Ini saatnya untuk berkolaborasi dan bekerja sama melewati kondisi yang ada. Saat ini, yang menjadi top list pencarian masyarakat adalah produk untuk daya tahan tubuh serta produk sanitasi. Jika memanfaatkan peluang yang ada saat ini, bukan tidak mungkin kedua produk tersebut untuk berkolaborasi untuk memberikan manfaat yang lebih kepada para pelanggan.

Ketiga, pastikan untuk tetap memprioritaskan internal stakeholder. Karena merekalah yang memiliki peran penting terhadap bisnis dan juga usaha yang dijalankan.
Keempat, apapun usaha yang dilakukan baik produk maupun jasa, tetap berikan pelayanan yang loyal kepada para pelanggan. Meskipun dalam kondisi yang sedang tidak baik, buatlah mereka yakin jika usaha yang dilakukan oleh brand adalah yang terbaik untuk mereka. Jika memang kondisi tidak memungkinkan, jelaskan kondisi yang sebenarnya sehingga pelanggan mampu memahami.

“Jangan panik, review kembali aset apa yang dimiliki dan bisa di-boosting. Dalam kondisi seperti ini kita harus yakin untuk keputusan mundur tiga langkah, agar bisa melompat yang lebih jauh. Karena pastinya akan ada beragam kebijakan yang muncul dalam kondisi seperti ini,” ujar Aninditya atau yang kerap disapa Agnes ini.

Agnes sendiri memang bukanlah seorang dengan latar belakang pendidikan komunikasi. Dia adalah lulusan Akademi Sekretaris Marsudirini Santa Maria Semarang. Namun, sebelum terjun untuk menjadi konsultan komunikasi, ibu satu anak ini telah mengasah pengalamannya melalui setiap pekerjaan yang digelutinya seperti industri agrikultur, retail, media, hingga terakhir berkarya pada institusi bisnis yang berfokus pada bidang pendidikan.

Walaupun begitu, Agnes melalui Hepi Inc selama 6 tahun telah bekerja sama dengan 50 brand. Maka dia, sangat mengerti bagaimana brand kesulitan untuk menghadapi situasi saat ini. Namun, Ibu satu anak ini percaya bahwa dalam kondisi apapun, brand seharusnya cepat tanggap dalam menghadapi situasi yang ada.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved