June
03
2020
     18:43

Allianz Indonesia dan Principal Asset Management Gelar Kompetisi Empowered 3.0 Dukung Wirausaha Penyandang Disabilitas

Allianz Indonesia dan Principal Asset Management Gelar Kompetisi Empowered 3.0 Dukung Wirausaha Penyandang Disabilitas

Jakarta, 3 Juni 2020 – Kaum difabel masih terganjal kesulitan mendapatkan akses dalam hal keuangan, lapangan pekerjaan, serta akses pengembangan wirausaha. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, kaum difabel Indonesia dari kelompok usia kerja (19-59 tahun) tercatat sebanyak lebih dari 150 juta jiwa. Pada tahun yang sama Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat penyerapan tenaga kerja difabel di sektor formal masih sangat rendah, dari total 230 ribu tenaga kerja di 440 perusahaan, jumlah tenaga kerja difabel baru mencapai 1,2 persen.

Melambatnya roda perekonomian di tengah COVID-19 yang kini melanda Indonesia tentunya juga menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman difabel, sehingga Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP), menggandeng Manajer Investasi Principal Asset Management (Principal), sebagai bagian dari masyarakat merasa perlu berperan serta untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi ini. Salah satu bentuk kontribusi YAP dan Principal adalah dengan mengadakan kompetisi Empowered (Economic Empowerment for Entrepreneurs with Disability). Empowered adalah program pendampingan dan pengembangan usaha untuk memberdayakan masyarakat difabel agar bisa mandiri, produktif, dan bisa memiliki pendapatan yang layak, sesuai dengan skill dan kemampuan mereka.

“Dunia usaha saat ini memberi banyak peluang bagi teman-teman difabel untuk berkreasi dan unjuk kemampuan mereka sebagai pekerja yang bisa diandalkan. Oleh karena itu,
Allianz Indonesia kembali mengadakan program Empowered sebagai bentuk komitmen kami dalam membantu meningkatkan kesejahteraan teman-teman difabel, sesuai dengan salah satu pilar CSR kami yaitu pilar Pemberdayaan Ekonomi. Melalui program ini, kami membentuk kemandirian usaha teman-teman difabel dan memberikan dukungan penuh agar usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi,” kata Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.

Pada program Empowered tahun 2020 ini, YAP berkolaborasi dengan Principal, sebagai perusahaan yang sama-sama memiliki kepedulian terhadap kaum difabel melalui program pendampingan dan pengembangan usaha. Agar kian fokus, tahun ini Empowered akan hadir ke komunitas-komunitas kaum difabel di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Dukungan kami terhadap program Empowered ini bertujuan untuk membuka akses bagi banyak teman-teman difabel untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola keuangan, serta membentuk kemandirian usaha mereka, sehingga dapat terus berkembang. Hal ini sejalan dengan komitmen Principal dalam memberikan kontribusi positif berkelanjutan bagi lingkungan sosial ekonomi di sekitar kita, yang dilakukan melalui berbagai proyek kemanusiaan. Kami berharap program ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung pemberdayaan komunitas, salah satunya kaum difabel,” kata Agung Budiono, Chief Executive Officer Principal.

Pendaftaran yang dibuka pada bulan Maret 2020 lalu telah menarik banyak pelaku usaha difabel untuk ikut serta dan telah terpilih 10 proposal terbaik yang berhak mendapatkan pendampingan pengembangan usaha oleh Allianz bersama dengan Principal. Mereka datang dengan bermacam-macam jenis usaha, mulai dari usaha mebel, jual beli hasil bumi dan pakan ternak, batik, sampai perdagangan madu.

“Disable does not mean less able. Saya rasa stigma kebanyakan masyarakat menganggap kaum difabel tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bekerja, tapi saya percaya bahwa kaum difabel memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri, bahkan bisa menghasilkan lapangan pekerjaan, dan layak untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Saya tergerak untuk menjadi bagian dari program ini agar bisa membantu kaum difabel mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan juga harapannya bisa membantu mereka menginspirasi kaum difabel lain untuk lebih percaya diri bahwa mereka mampu berkerja dan berkarya,” kata Frida Ferdani Putri, salah satu karyawan Allianz Indonesia yang menjadi mentor dalam program pendampingan Empowered ini.

Pendampingan 10 besar akan dilaksanakan pada bulan Juli – September 2020 dengan metode online, di mana para mentor akan mengirimkan panduan rencana bisnis kepada 10 peserta dan secara rutin membahas rencana bisnis mereka bersama para mentor. Setelah melakukan pendampingan selama 3 bulan, ke-10 peserta tersebut akan dinilai sejauh mana mereka sudah berkembang sesuai dengan indikator yang telah ditentukan seperti, bertambahnya pendapatan, melakukan pembukuan usaha dengan baik, penambahan jumlah karyawan, serta perluasan cakupan usaha. Tiga peserta terbaik akan menerima dana pendampingan masing-masing sebesar Rp50.000.000 untuk modal pengembangan usaha, persembahan dari Principal dan Yayasan Allianz Peduli serta masyarakat yang telah berdonasi melalui kampanye #30MenitSehari di media sosial Allianz Indonesia.

“Pemberian pelatihan keuangan dan wirausaha pada program ini bertujuan agar teman-teman difabel bisa mendapatkan kemudahan akan informasi mengenai produk-produk keuangan, dan cara mengelola keuangan dan usaha secara berkelanjutan untuk masa depan mereka. Kami berharap program ini dapat membantu teman-teman difabel untuk terus mengembangkan kemampuan sehingga mampu bersaing di masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi saat ini,” tambah Agung Budiono, Chief Executive Officer Principal.
Sejak diluncurkan pada tahun 2016 rangkaian program Empowered yang digagas oleh Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli ini telah berhasil menyalurkan manfaat bagi lebih dari 2.081 orang penyandang disabilitas termasuk keluarga mereka, serta empat lembaga pemerintahan tingkat lokal maupun nasional antara lain Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Sosial Klaten, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Gunung Kidul, Otoritas Jasa Keuangan Yogyakarta, Otoritas Jasa Keuangan Solo, serta Dinas Sosial Klaten.

***


Tentang Yayasan Allianz Peduli
Sebagai wujud nyata atas kepedulian Allianz Indonesia terhadap masyarakat, Perusahaan mendirikan sebuah lembaga independen bernama Yayasan Allianz Peduli (YAP) pada 26 Oktober 2010. Menjadi wadah untuk menjalankan tugas tanggung jawab sosial perusahaan, YAP melalui Departemen CSR, bergerak sebagai tulang punggung bagi programprogram unggulan CSR Allianz Indonesia yang berlandaskan pada empat pilar, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Lingkungan & Penanggulangan Bencana. Seluruh program untuk masing-masing pilar berjalan selaras dengan inisiatif pemerintah dan kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu dari tiga wilayah pertumbuhan utama kami. Hal ini ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di wilayah ini sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Cina. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi properti dan kecelakaan, asuransi jiwa dan kesehatan dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini di beberapa saluran distribusi.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 92 juta nasabah personal dan perusahaan. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi personal dan perusahaan. Mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 650 miliar Euro. Sementara Allianz Global Investor dan PIMCO sebagai manajer aset mengelola 1,436 trilliun Euro aset tambahan milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2017, lebih dari 142.000 karyawan di lebih 70 negara meraih total pendapatan 130.6 miliar Euro dan laba operasional sebesar 11,5 miliar Euro.

Tentang PT Principal Asset Management

PT Principal Asset Management (sebelumnya dikenal sebagai PT CIMB-Principal Asset Management), merupakan perusahaan patungan antara Principal Financial Group®, anggota dari FORTUNE 500® dan layanan keuangan global yang terdaftar di Nasdaq, dengan CIMB Group Holdings Berhad, salah satu grup perbankan dunia yang terkemuka di Asia Tenggara.
Setelah mengakuisisi PT Niaga Asset Management pada tanggal 12 Desember 2007, Principal Asset Management Berhad yang berkantor pusat di Malaysia dan memiliki jejak di seluruh Indonesia, Thailand dan Singapura. Perusahaan ini melayani lebih dari 25.000 investor di Indonesia dan memiliki dana kelolaan sebesar Rp 10.1 triliun per 29 November 2019. Kami menawarkan berbagai solusi untuk membantu masyarakat dan perusahaan dalam membangun, melindungi dan memajukan kesejahteraan finansial mereka dengan pengelolaan dana investor dan keahlian kami dalam mengelola aset.
Dengan ide-ide inovatif dan solusi nyata, kami membantu seluruh investor kami memperoleh kemajuan dalam hal pemenuhan kebutuhan keuangan dimasa mendatang.
PT Principal Asset Management telah memperoleh izin usaha dari otoritas Pasar Modal sebagai Manajer Investasi berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: KEP-05/PM/MI/1997 tertanggal 7 Mei 1997.

Tentang Principal

Principal adalah grup layanan keuangan global yang menyediakan solusi pension, asuransi dan manajemen aset untuk lebih dari 22 juta pelanggan lebih dari 80 negara. Misi Grup di Asia dan pasar berkembang lainnya di seluruh dunia adalah untuk membantu perusahaan- perusahaan dan masyarakat mendapatkan perlindungan dan kemandirian finansial sehingga mereka dapat mencapai tujuan finansial jangka panjang dan meningkatkan kualitas masa depan keuangan mereka.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved