November
15
2022
     21:48

LPEI Bantu Pelaku UMKM Bula Mata Palsu Pasarkan Produk ke Eropa dan Amerika

LPEI Bantu Pelaku UMKM Bula Mata Palsu Pasarkan Produk ke Eropa dan Amerika
ILUSTRASI. Produksi bulu mata palsu PT Diva Prima Cemerlang yang didukung LPEI.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendorong UMKM go global. Kini, salah satu pengusaha perempuan lokal yang memproduksi bulu mata palsu sukses mengekspor produknya ke pasar Eropa dan Amerika. 

Dewi Ekha Harlasyanti, memulai bisnisnya pada 2015 dengan mendirikan perusahaannya, PT Diva Prima Cemerlang, dimana ia menjabat sebagai CEO hingga kini. Memang, LPEI melihat pengusaha perempuan berpotensi besar dalam melakukan ekspor. Pasalnya, roda penggerak UMKM di Indonesia adalah perempuan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sebanyak 52% dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan.

Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56% dari 193.000 usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34% dari 44,7.000 pelaku usahanya adalah perempuan. 

"LPEI mendorong para peserta untuk memperluas jejaring bisnis atau networking. Kegiatan ini dihadiri sejumlah penggerak UMKM dari berbagai bidang dan wilayah, serta pengusaha muda perempuan yang tergabung dalam sister-preneurs," ujar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/11). 

Baca Juga: Peluncuran Planetaja.com, Pasar Daring Motor Bekas Instan Terafiliasi Planet Ban

Berawal dari kejenuhannya, Dewi Ekha Harlasyanti yang telah menjadi karyawan selama 20 tahun, i memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan berinisiatif untuk memulai bisnis sendiri. Ia melihat peluang usaha di tempat tinggal lamanya: Purbalingga, sentra produksi bulu mata palsu se-Indonesia dan seluruh dunia.

“Jadi bulu mata palsu yang berbahan baku rambut orang pasti dari Indonesia, dan  di dunia  ini yang bisa bikin hanya Purbalingga saja. Sehingga kenapa saya memilih untuk menjadi eksportir bulu mata palsu karena Indonesia pemasok bulu mata palsu ke seluruh dunia, jadi lebih mudah bargaining ke buyer,” jelas Dewi.

Sedari awal, Dewi memang sudah kukuh untuk berorientasi ekspor, dan tak lama setelah ia merintis bisnisnya, produk bulu mata palsu Dewi langsung dilirik oleh buyer dari negara lain. Prancis  menjadi destinasi ekspor pertama produk bulu mata palsu Dewi. 

Kini, Dewi telah melakukan ekspor ke 16 negara, termasuk Meksiko, Kolombia, Turki, Prancis, dan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar produk bulu mata palsu.

Selain menjadi pahlawan bagi devisa negara melalui ekspor, perempuan lulusan sarjana hukum ini juga menjadi pahlawan bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan masyarakat dalam proses produksi. Dewi mengatakan, total masyarakat yang diberdayakan ada sekitar 500-700 orang dengan mayoritas adalah para ibu rumah tangga.

Sebagai pengusaha yang terus ingin naik kelas sehingga bisa Go Global, Dewi memperkenalkan produknya kepada LPEI melalui Desa Sejahtera Astra. Pendampingan yang diberikan oleh LPEI kepada Dewi telah membukakan akses pasar, memperluas jejaring usaha. 

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Showcase Pemanfaatan 5G di Puncak KTT G20

Juga membantu mempromosikan produk bulu mata palsu Dewi kepada buyer maupun desainer kelas dunia. Harapan Dewi ke depannya adalah untuk tetap dapat eksis di pasar global, terutama pasar Amerika dan Eropa.

“Saya dikasih banyak kesempatan oleh LPEI untuk show off produk saya. Itu buat saya adalah sesuatu yang luar biasa sekali karena dari situ orang-orang bisa mengenal produk kita,” tutur Dewi.

Dalam upaya mewujudkan impian srikandi-srikandi ekspor lainnya untuk menduniakan produk Indonesia sehingga bisa dikenal oleh masyarakat global, LPEI akan terus melakukan community development melalui Desa Devisa sebagai wujud peran LPEI dalam mendorong pelaku UMKM untuk ekspor secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved