February
22
2024
     14:16

Kominfo Kembali Gelar Startup Studio Indonesia Batch 8, Gandeng 17 Startup

Kominfo Kembali Gelar Startup Studio Indonesia Batch 8, Gandeng 17 Startup
ILUSTRASI. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memulai program akselerator Startup Studio Indonesia Batch 8. Menggandeng 17 startup dari berbagai sektor industri, program ini siap memberikan bimbingan intensif kepada para startup tahap awal (early-stage) untuk memperkuat lini produk digital, model bisnis hingga strategi mencapai Product-Market Fit.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pada hari ini (22/2/2024), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memulai program akselerator Startup Studio Indonesia Batch 8. Menggandeng 17 startup dari berbagai sektor industri, program ini siap memberikan bimbingan intensif kepada para startup tahap awal (early-stage) untuk memperkuat lini produk digital, model bisnis hingga strategi mencapai Product-Market Fit. Pada batch kali ini, rangkaian pelatihan di Batch 8 ditujukan untuk menjawab pergeseran tren pendanaan dengan fokus investor yang beralih ke profitability dan sustainable investing.

“Antusiasme kami terhadap perkembangan program Startup Studio Indonesia (SSI) yang telah mencapai batch ke-8 mencerminkan optimisme kami akan masa depan industri startup di Indonesia. Berkembangnya berbagai tren sektor industri seperti AI, fintech, green tech, dan ed-tech yang juga menjadi bagian dari peserta startup di batch ke-8, menunjukkan potensi inovasi yang kuat di negara ini.

Kami berharap, melalui dukungan yang tepat, SSI akan terus mendorong Indonesia menjadi pusat inovasi digital yang berdaya saing tinggi sekaligus menciptakan solusi yang relevan untuk para startup agar bisa memperluas jangkauan bisnis mereka di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Sonny Sudaryana, Koordinator Startup Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Rangkaian program yang dihadirkan oleh Startup Studio Indonesia meliputi sesi Founder’s Camp selama tiga hari mulai dari tanggal 22-24 Februari 2024, dan 1-on-1 Coaching selama tiga bulan hingga Mei 2024. Dalam sesi Founder’s Camp, 17 startup terpilih bisa mendapatkan coaching dan brainstorming dengan para praktisi startup dan terkemuka yang telah berpengalaman, untuk memfasilitasi transfer ilmu yang praktis dan efisien.

Praktisi startup ini terdiri dari founder startup, hingga pimpinan perusahaan Venture Capital (VC). Sementara itu, sesi 1-on-1 Coaching menyediakan kesempatan yang lebih eksklusif untuk para startup, yakni dengan memberikan insight yang bersifat lebih praktikal dan applicable untuk para startup. Sehingga, masing-masing startup bisa berdiskusi dan berkonsultasi dengan para coach, untuk menjawab tantangan dan kebutuhan bisnis mereka.

Tahun ini, praktisi startup ternama yang ikut terlibat sebagai Coach Startup Studio Indonesia Batch 8 diantaranya adalah: Benedicto Haryono (Co-Founder of KoinWorks), Ryan Manafe (Co-Founder & CEO of Dagangan) Adrianus Hitijahubessy (Founder of JULO), Winston Utomo (Co-Founder & CEO of IDN Media), Dimas Harry Priawan (Co-Founder & CEO of Dekoruma), Indra Gunawan (CEO of Bobobox),  Brian Marshal (Co-Founder & Chairman of SIRCLO), and Rama Notowidigdo (Co-Founder of AwanTunai and Sayurbox).

Setelah melalui rangkaian pembelajaran secara intensif selama kurang lebih 5 bulan, rangkaian program Startup Studio Indonesia Batch 8 akan ditutup dengan acara puncak Milestone Day, dimana ke-17 startup berkesempatan untuk memaparkan model bisnis dan pencapaiannya di depan para stakeholders.

Berikut ini merupakan daftar 17 startup yang berhasil lolos ke Startup Studio Indonesia Batch: ArkoPay (Startup penyedia supply chain ekosistem untuk konstruksi industri), Atlas (Layanan bantuan towing, jump-start battery, flat tire, dan fuel delivery), Finskor (Solusi penyedia analisa rekening koran), FitHappy (Aplikasi penyedia diet personalisasi), InfluenceID (Influencer marketing platform), Ledgerowl (Solusi penyedia layanan akunting), Momofin (Layanan penyedia solusi bisnis), myECO (Solusi penyedia smart home technology), Nexmedis (Startup penyedia medical records berbasis AI), Pin J (working capital financing fintech company), Propertek, (Property management software), Prospero (Startup risk management), Scola (Aplikasi untuk semua solusi pendidikan), Sirka (Aplikasi layanan kesehatan), Smash (Aplikasi waste management terintegrasi), Stafbook (Aplikasi HR), Tenang.ai (Chatbot mental health berbasis AI).

“Tahun ini, saya melihat adanya peluang sekaligus tantangan baru yang harus dihadapi oleh para startup dalam menjawab pergeseran tren pendanaan yang berfokus pada profitability dan sustainable investing.

Oleh karena itu, penting bagi para startup agar fokus dalam menyesuaikan model bisnisnya untuk memenuhi kriteria investasi yang lebih selektif. Di tahun ini, saya melihat terdapat semakin banyak startup yang menawarkan solusi untuk berbagai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat, dengan adanya kemampuan bisnis dan pendekatan berbasis PMF yang kuat, saya yakin ke-17 startup ini mampu mencapai bisnis yang tidak hanya profitable namun juga berkelanjutan,” ungkap Italo Gani, Managing Partner Impactto dan Strategic Partner Startup Studio Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Startup Studio Indonesia terus berkembang menjadi salah satu program akselerator startup terbaik di Indonesia. Program ini menjadi ujung tombak untuk memperkuat dan melengkapi program pemberdayaan startup digital Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Hub.id yang telah lebih dulu dijalankan oleh Kominfo.

Salah satu alumni Startup Studio Indonesia, Agusti Salman Farizi (Bojes) selaku Co-Founder dan Presiden, AMODA sebuah perusahaan teknologi properti dan konstruksi yang merevolusi proses konstruksi konvensional, membagikan pengalamannya setelah mengikuti program akselerasi intensif ini: “Salah satu hal terpenting dalam pengembangan startup adalah relasi dan koneksi di lanskap digital.

Startup Studio Indonesia membekali kami dengan membuka jaringan yang luas dan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing startup, hal tersebut menjadi salah satu faktor esensial untuk optimalisasi bisnis kami.

Hal ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya dukungan yang tepat dalam perjalanan sebuah startup. Lebih lanjut, dengan adanya pengajaran mengenai product market fit modelling, telah efektif membantu Amoda dalam mengarahkan strategi dan sumber daya kami untuk menciptakan bisnis yang profitable dan berkelanjutan,” tutup Agusti.

Tentang Startup Studio Indonesia

Startup Studio Indonesia diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada September 2020 dalam mendukung kemajuan ekosistem startup Indonesia melalui penyediaan fasilitas yang memberikan akses bagi para pegiat early-stage startup mengembangkan potensi bisnisnya. Mengusung tema “More Brainstorming, Less Classes”, Startup Studio Indonesia memfokuskan pada pembekalan ilmu dan wawasan praktis, dan menitikberatkan pada coaching dan mentoring langsung dari para praktisi terkemuka di industri startup. Program Startup Studio Indonesia Indonesia memperkuat dan melengkapi program pemberdayaan startup digital Gerakan 1000 Startup Digital dan Hub.id yang dimiliki Kemenkominfo. Informasi terkait Startup Studio Indonesia dapat diakses di https://startupstudio.id/

Baca Juga: Startup Studio Indonesia Buka Pendaftaran Batch 8: Catat Syarat & Tanggal Pentingnya

Selanjutnya: Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Merosot 58% di 2023, Ini Penyebabnya

Menarik Dibaca: Promo Susu Anak di Alfamidi, Ada Potongan Harga Lumayan Berlaku s/d 29 Februari 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved