April
09
2026
     09:47

Indo Intertex & Inatex 2026 Buka Ruang Kolaborasi Ekspor Industri Tekstil Nasional

Indo Intertex & Inatex 2026 Buka Ruang Kolaborasi Ekspor Industri Tekstil Nasional
Dok. Peraga

Reporter: Adv Team | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Pameran tekstil dan garmen terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, Indo Intertex & Inatex, akan kembali diselenggarakan pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-22, pameran ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai ajang industri yang konsisten mendorong inovasi dan kolaborasi di sektor tekstil dan garmen nasional dan internasional.

Sebagai satu-satunya pameran di Indonesia yang menghadirkan seluruh rantai nilai industri secara komprehensif, mulai dari mesin, produk tekstil, hingga teknologi printing dan bahan kimia untuk tekstil, pameran Indo Intertex & Inatex menjadi pameran strategis yang mempertemukan pelaku industri guna percepatan pertumbuhan dan transformasi sektor tekstil nasional maupun regional.

Menempati area seluas lebih dari 35.000 meter persegi, Indo Intertex & Inatex 2026 akan diikuti lebih dari 800 peserta yang merepresentasikan 1.500 merek atau brand global, serta menargetkan kehadiran lebih dari 35.000 pengunjung profesional dari 29 negara. Indo Intertex & Inatex diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi strategis yang mendorong adopsi teknologi sekaligus membuka peluang bisnis konkret bagi industri tekstil dan garmen.

Lebih lanjut, Direktur PT Peraga Expo Paul Kingsen menjelaskan, Indo Intertex & Inatex 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem industri tekstil nasional dengan mempertemukan pelaku usaha melalui program business matching yang membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis secara langsung. Selain itu, pameran ini turut mendorong masuknya investasi serta pemanfaatan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, memperkuat rantai pasok, dan daya saing di pasar global.

“Indo Intertex dan Inatex kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan industri secara nyata, mulai dari menghadirkan pemasok yang relevan, menampilkan teknologi yang terpercaya,” ujar Paul pada konferensi pers, Rabu 8 April 2026 di Jakarta.

Kebijakan pemerintah pun telah mendorong industri tekstil dan garmen lokal semakin tumbuh. Tak hanya memberantas oknum importir pakaian ilegal, pemerintah Indonesia turut menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat; Kebijakan ini memberikan fasilitas tarif impor nol persen bagi produk tekstil dan garmen Indonesia melalui skema tariff-rate quota (TRQ) yang mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Amerika Serikat yang jauh lebih besar dibandingkan pasar domestik. Kesepakatan ini dinilai mampu membuka 4 juta tenaga kerja dan memberi dampak ekonomi bagi hingga 20 juta masyarakat Indonesia.

Dengan nilai ekspor saat ini sekitar USD 4 miliar, industri tekstil nasional pun membidik pertumbuhan signifikan hingga sepuluh kali lipat dalam satu dekade ke depan. Indo Intertex & Inatex 2026 diharapkan mendorong ekosistem bisnis yang mendukung pelaku industri dalam mengambil keputusan secara lebih cepat. Kami juga melihat kualitas partisipasi yang terus meningkat, seiring dengan fokus pasar pada efisiensi, inovasi, dan manufaktur berkelanjutan,” sambung Paul.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menambahkan, API siap menghadirkan diskusi yang membahas isu strategis dalam industri garmen, misalnya seperti sustainability dan pemanfaatan teknologi terbaru untuk mendongkrak industri dalam negeri. Oleh karenanya, API turut mengajak guest speaker dari luar negeri agar pengusaha lokal mendapat pencerahan guna menembus pasar internasional.

“Ke depannya, pembeli dari luar negeri itu semakin kritis. Jadi kita harus siap dengan regulasi yang akan mendorong. Diskusi yang diselenggarakan tentu diharapkan agar pelaku industri juga bisa hadir, bisa mendengarkan langsung, bisa bertanya langsung pada ekspertis-ekspertis dari luar untuk mendapat sudut pandang baru,” kata Jemmy.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi mengungkapkan industri tekstil tidak lepas dari keberlanjutan. Untuk itu, penting dari industri dalam negeri untuk memperkuat ekosistem agar produk yang dihasilkan punya daya saing. Melalui Indo Intertex & Inatex 2026, Syauqi berharap terjalin kolaborasi dalam penguatan ekosistem industri tekstil dan garmen.

Ia juga menanggapi positif kerja sama pemerintah dengan sejumlah negara. Menurutnya, hasil tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekspor hasil tekstil nasional ke Eropa. “Karena agreement ini cukup penting terutama untuk pakaian jadi. Dan, tentu terkait dengan rantai pasoknya, ada beberapa syarat yang harus disesuaikan oleh industri dalam negerinya. Secara pasar, pasar dalam negeri kita cukup besar. APSyFI ingin industri dalam negeri juga diperkuat dengan catatan bahan baku dan intermediate bisa dijaga,” tegas Syauqi.

Sejumlah program unggulan juga dihadirkan untuk memperkaya wawasan sekaligus memberi nilai tambah bagi pelaku industri. Seminar dan Workshop interaktif akan menghadirkan para ahli dan praktisi guna membahas tren, strategi, serta tantangan terkini di industri tekstil dan garmen. Di sisi lain, isu keberlanjutan dan sirkularitas tekstil menjadi sorotan, mendorong pelaku industri untuk semakin memahami dan menerapkan praktik berkelanjutan yang kian relevan di pasar global.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan Trunk Show yang menampilkan karya-karya kreatif desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), menghadirkan inspirasi sekaligus hiburan yang mencerminkan dinamika perkembangan industri fesyen nasional.

Dengan menghadirkan pameran, program edukatif, serta showcase kreatif dalam satu platform terpadu, Indo Intertex & Inatex 2026 menawarkan pengalaman industri yang komprehensif. Ajang ini tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga memperluas wawasan serta mendorong pelaku industri untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2026 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved