September
28
2022
     18:50

Dukung Transisi Energi,Ini Perbedaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan Panel Surya

Dukung Transisi Energi,Ini Perbedaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan Panel Surya
ILUSTRASI. Xurya membantu perusahaan di Indonesia bertransisi ke energi surya dengan skema sewa tanpa investasi, mulai studi kelayakan investasi, instalasi, pengoperasian & pemeliharaan berkala dengan sewa bagi pemilik atap menghemat listrik tanpa investasi.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Selama ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) telah menjadi sumber energi paling utama, baik untuk kebutuhan industri maupun kebutuhan ritel. Namun, BBM merupakan sumber energi tidak terbarukan, sehingga jumlahnya kian menipis dan harganya kian meningkat dari tahun ke tahun.

Indeks World Bank mencatatkan kenaikan harga minyak mentah hingga 350% dari April 2020-April 2022. Hingga akhir tahun, harga dari BBM pun diperkirakan akan terus meningkat sebesar 50%, sementara harga di tahun 2023 diperkirakan kembali naik sebesar 46% lebih tinggi. Sementara itu, di Indonesia sendiri, kenaikan harga BBM telah mencapai 30%, terutama BBM bersubsidi seperti solar dan pertalite.

Melihat volatilitas industri BBM, kini semakin banyak negara di dunia yang memprioritaskan transisi menuju sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis minyak bumi adalah tenaga matahari. Di samping jumlahnya yang tidak terbatas, cahaya matahari dapat dikonversi menjadi listrik dengan teknologi sel surya (fotovoltaik), tanpa menimbulkan polusi yang merusak lingkungan.

Tidak hanya itu, dari segi perbandingan harga, penggunaan teknologi sel surya hanya berkisar di $32-42 atau Rp490.000-630.000 per MWh. Sementara harga untuk energi BBM adalah $66-152 atau Rp990.000-2.300.000 per MWh, atau dua kali lipat lebih tinggi. Menurut laporan Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), harga listrik dari pemanfaatan tenaga surya bahkan telah turun hingga 85% lebih murah dalam satu dekade terakhir (hingga 2020).

Hal inilah yang mendorong Xurya, penyedia solusi energi bersih dan terbarukan, untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia bertransisi ke energi surya dengan skema ‘sewa tanpa investasi’. Xurya menawarkan nilai tambah bagi pemilik bangunan komersial dan industri (C&I), mulai dari studi kelayakan investasi, instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan secara berkala, dengan menyediakan skema sewa bagi pemilik atap untuk menikmati penghematan listrik tanpa investasi.

“Pemasangan panel atap surya dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan karena mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Selain itu, perusahaan juga dapat menghemat biaya listrik hingga 50%, terlebih karena mereka tidak perlu mengeluarkan investasi tambahan.

Dari tahun 2018, kami melihat tren positif dimana semakin banyak perusahaan yang beralih ke PLTS Atap, mulai dari sektor industri consumer goods, F&B, otomotif, tekstil, keramik, mall, hotel dan masih banyak lagi,” kata George Hadi Santoso, Vice President of Marketing Xurya.

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya transisi energi terbarukan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dari  Survei Persepsi Publik tentang Energi Terbarukan yang diadakan Koaksi dan Change.org pada tahun 2019, cahaya matahari masih menjadi pilihan utama responden sebagai sumber energi terbarukan, terutama karena sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keuntungan lebih dari berlimpahnya sinar matahari sepanjang tahun. Lebih dari separuh (56,5%) responden mengaku lebih mau menggunakan energi terbarukan dibanding bahan bakar fosil.

Menyambut tren positif yang sedang berlangsung, Xurya mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk ikut menyukseskan transisi energi dengan pemasangan PLTS Atap. “Tahun ini, kami sudah memiliki lebih dari 100 pelanggan perusahaan dari berbagai provinsi, yang merupakan jumlah terbanyak di Indonesia untuk pemasangan PLTS Atap dengan skema ‘sewa tanpa investasi’.

Tujuan utama kami di jangka panjang adalah untuk bisa merealisasikan pemasangan PLTS Atap mencapai 1 Giga Watt Peak dan membantu lebih banyak perusahaan beralih ke energi yang hemat dan ramah lingkungan,” tambah George.

Baca Juga: Xurya Meraih Pendanaan dari Investor yang Dipimpin East Ventures & Saratoga

Tentang Xurya
Didirikan pada tahun 2018, PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) memiliki misi untuk menjadi pemimpin dalam hal pengembangan teknologi dan solusi energi bersih & berkelanjutan. Xurya membantu perusahaan di Indonesia untuk menggunakan energi surya tanpa investasi apapun, dengan memberikan nilai tambah bagi pemilik bangunan komersial dan industri (C&I), mulai dari studi kelayakan investasi, instalasi, pengoperasian dan perawatan secara berkala dengan menyediakan skema sewa bagi pemilik atap untuk menikmati penghematan listrik tanpa investasi.

Xurya berkomitmen untuk memanfaatkan energi secara bijak dan melaksanakan aktivitas operasional perusahaan secara bertanggung jawab demi kelestarian lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved